Marco Bezzecchi Mengklaim Insiden Tear-Off Bukan Kesalahan Alex Marquez
Insiden tear-off yang terjadi saat start sprint race MotoGP Spanyol 2026 menjadi perhatian utama dalam balapan kali ini. Marco Bezzecchi, pembalap asal Italia, menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan faktor ketidaksengajaan dan bukan kesalahan dari Alex Marquez.
Kegagalan teknis yang dialami Bezzecchi di awal balapan diperparah oleh perubahan kondisi lintasan yang drastis. Meskipun menghadapi situasi sulit, Bezzecchi tetap optimistis menjelang balapan utama meskipun harus menerima hasil yang tidak memuaskan di sesi sprint.
Kondisi Awal Balapan yang Menyulitkan
Bezzecchi memulai balapan dari posisi keempat, namun segera melorot hingga posisi ke-17 hanya beberapa detik setelah lampu hijau menyala. Spekulasi liar bermunculan terkait rekaman ulang yang menangkap momen saat motor Bezzecchi melindas selembar plastik pelindung helm atau tear-off.
Kejadian ini langsung memicu ingatan kolektif penggemar MotoGP terhadap insiden serupa yang menimpa Marc Marquez di Phillip Island 2024 silam. Nama Alex Marquez terseret karena dinilai plastik helmnya jadi biang kerok kacaunya Bezzecchi.
Tidak Ada Sabotase, Hanya Nasib Buruk
Tudingan sempat mengarah kepada Alex, yang berada di dekat Bezzecchi saat start. Namun, pembalap Gresini Racing tersebut segera menepis kabar burung itu dengan tegas saat dikonfirmasi oleh pihak MotoGP.
“(Tear-off) Milik saya? Tentu saja bukan. Saya melepas tear-off di tikungan terakhir sebelum masuk grid, jadi itu bukan milik saya. Saya tidak tahu punya siapa itu,” tegas Alex Marquez.
Alih-alih menyalahkan rivalnya, Bezzecchi justru menunjukkan sikap dewasa. Pembalap asal Italia ini memberikan penjelasan logis soal tuduhan ‘sabotase’ tak sengaja. Menurutnya, plastik tersebut memang sempat tersangkut di bagian depan motornya, namun insiden itu murni faktor ketidaksengajaan yang berada di luar kendali siapa pun.
“Tentu saja itu bukan cara terbaik untuk memulai balapan,” ungkap Bezzecchi mengutip MotoGP. “Maksud saya, pada akhirnya, itu adalah sesuatu yang tidak bisa Anda kendalikan. Alex Marquez tidak melakukan kesalahan apa pun, dia hanya melepas tear-off miliknya.”
Kronologi Teknis yang Membuatnya Kesulitan
Bezzecchi menjelaskan kronologi teknis yang membuatnya kesulitan saat start. Plastik tipis itu ternyata tersangkut di fairing depannya, dan justru jatuh tepat di bawah ban belakang saat ia berhenti di posisi start.
“Saya berada di sana, saya tidak melihat ada tear-off. Benda itu tersangkut di fairing depan saya, lalu ketika saya berhenti (di grid), benda itu jatuh dan masuk ke bawah motor saya. Jadi, ini adalah sesuatu yang sangat sulit untuk diprediksi. Memang begitulah kenyataannya,” tambahnya dengan nada pasrah namun tetap tenang.
Survival Mode di Tengah Hujan
Kekacauan start tersebut hanyalah awal dari mimpi buruk Bezzecchi. Kondisi cuaca yang berubah-ubah di Jerez memaksa para pembalap masuk ke mode bertahan hidup atau survival mode. Hujan yang turun saat para pembalap masih menggunakan ban gundul (slick) menciptakan kekacauan masif di lintasan.
Ketika ditanya mengenai potensi hasil yang hilang akibat insiden tear-off tersebut, Bezzecchi mengaku sulit untuk mengukurnya secara pasti mengingat kondisi balapan yang sangat fluktuatif.
“Saya tidak tahu pasti. Dalam kondisi kering, saya rasa mungkin saya bisa bertahan di posisi lima atau enam besar.”
“Namun dengan kondisi seperti ini, sulit diprediksi karena pada akhirnya ini hanyalah soal bertahan hidup ketika hujan turun saat kita masih memakai ban slick,” tutur Bezzecchi.
Nasib sial Bezzecchi pun memuncak saat ia terjatuh setelah berganti motor. Ia menduga suhu ban depan yang belum optimal menjadi penyebab hilangnya traksi secara mendadak.
“Saya baik-baik saja, untungnya semuanya aman. Saya baru saja masuk dengan motor kedua dan ban depan saya mungkin sedikit terlalu dingin. Saya merebah di tikungan kedua dan kehilangan kendali bagian depan (jatuh),” jelasnya.
Menatap Balapan Utama dengan Misi Balas Dendam
Meski hancur lebur di sesi sprint, Bezzecchi menolak untuk terpuruk. Menjelang balapan utama pada hari Minggu, ia sudah memetakan siapa saja lawan tangguh yang harus diwaspadainya, termasuk rekan setimnya sendiri, Jorge Martin, serta duo Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
“Jelas Alex, Marc (Marquez), dan Diggia sedikit lebih cepat. Jorge juga kencang, motor Honda tidak terlalu buruk, dan Johann (Zarco) juga memulai dari sana.”
“Bagaimanapun, rencana saya adalah menjalani balapan yang bagus, jadi saya akan melakukannya,” pungkas Bezzecchi penuh ambisi.









Discussion about this post