Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menunjukkan kekecewaannya terhadap tindakan yang dianggap berlebihan dari petugas keamanan terhadap wasit setelah pertandingan antara Persiraja Banda Aceh melawan Garudayaksa FC dalam pekan ke-25 Grup Barat Championship 2025/2026 di Stadion H. Dimurthala, Aceh, beberapa waktu lalu.
Menurut informasi yang diterima Ogawa, setelah pertandingan berakhir, wasit dibawa oleh personel Brimob dan dimasukkan ke dalam kendaraan barakuda untuk meninggalkan venue pertandingan. Tindakan ini dinilai oleh Ogawa sebagai langkah yang tidak perlu dilakukan, terlebih karena situasi di lapangan sebenarnya sudah aman.
Selain itu, Ogawa juga menyampaikan kritik terhadap sikap suporter yang membuat ancaman terhadap wasit. Ia menilai bahwa para pendukung tim seharusnya tidak bersikap negatif, terlebih setelah pertandingan berakhir dengan skor imbang.
Ogawa menegaskan bahwa wasit telah menjalankan tugasnya dengan baik selama pertandingan. Meski ada beberapa keputusan yang mungkin tidak sepenuhnya disetujui oleh pihak tertentu, ia menilai bahwa semua keputusan tersebut tidak mengganggu jalannya pertandingan.
Namun, banyak suporter tuan rumah yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Hal ini memicu perlunya pengamanan ekstra dari pihak kepolisian agar wasit dapat meninggalkan venue dengan aman.
“Saya menonton pertandingan itu dari awal hingga akhir,” ujar Ogawa kepada awak media. “Para pemain sudah sangat kelelahan. Semua pihak berusaha maksimal.”
Ogawa juga menerima informasi adanya insiden yang mengancam nyawa wasit. Ia mengaku terkejut karena hal ini adalah pertama kalinya ia melihat wasit diperlakukan seperti itu.
“Namun kemudian saya menerima informasi adanya insiden, dan saya sangat terkejut,” tambahnya. “Karena itu, kami sudah berdiskusi dengan liga profesional bahwa keselamatan adalah hal yang paling penting.”
Ia menegaskan bahwa dirinya percaya bahwa liga dan PSSI akan bekerja sama untuk memastikan keamanan para wasit.
Ogawa tidak ingin memberikan pesan langsung kepada suporter di Indonesia. Ia hanya fokus pada tugasnya untuk melindungi wasit agar tidak menyesal memimpin pertandingan tersebut.
“Saya bukan dalam posisi untuk memberi pesan kepada suporter,” ujarnya. “Fokus saya adalah mengembangkan wasit.”
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan liga dan klub, dan yakin bahwa kerja sama ini akan membawa kondisi yang lebih baik.
“Kami harus terus melanjutkan proses ini,” tutup Ogawa.
Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ogawa mencakup:
-
Kepedulian terhadap keselamatan wasit
Ogawa menekankan bahwa keselamatan wasit menjadi prioritas utama. Tindakan yang dilakukan oleh petugas keamanan dan suporter dianggap tidak sesuai dengan standar keselamatan yang seharusnya diberikan kepada pelaku olahraga. -
Pentingnya kerja sama antar lembaga
Ia menilai bahwa kolaborasi antara PSSI, liga profesional, dan aparat keamanan sangat penting dalam menjaga kestabilan dan keamanan dalam pertandingan. -
Penilaian terhadap performa wasit
Meski ada keputusan yang tidak disetujui oleh sebagian suporter, Ogawa tetap menilai bahwa wasit telah menjalankan tugasnya dengan baik. -
Tidak memberi pesan langsung kepada suporter
Ia lebih memilih fokus pada tugasnya sebagai ketua komite wasit, bukan memberi peringatan atau pesan kepada pendukung tim. -
Mempertahankan proses pengembangan wasit
Ogawa menyatakan bahwa proses pengembangan wasit harus terus berlanjut, meskipun ada tantangan di lapangan.










Discussion about this post