Drama Korea Terbaru Netflix, If Wishes Could Kill, Menghadirkan Premis yang Membuat Penonton Tidak Bisa Berhenti Menonton
Drama Korea terbaru dari Netflix, If Wishes Could Kill, menawarkan pengalaman menonton yang sangat berbeda. Dengan premis yang langsung mencuri perhatian sejak episode pertama, drama ini mengangkat kisah tentang aplikasi misterius yang bisa mengabulkan keinginan. Selain itu, cerita ini tidak hanya menegangkan, tetapi juga penuh dengan konflik emosional antara para karakternya.
Konsep ini membuat alur ceritanya terasa lebih unik dibandingkan drama remaja biasanya. Suasana horor yang mencekam dibangun secara bertahap, sehingga penonton bisa terlena karena di awal-awal episodenya cukup “terang”. Berikut lima alasan mengapa drakor If Wishes Could Kill layak masuk dalam daftar tontonan Anda.
1. Reuni Jeon So Young dan Baek Sun Ho
Pasangan utama dalam drama ini adalah Yoo Se Ah (diperankan oleh Jeon So Young) dan Kim Geon Woo (diperankan oleh Baek Sun Ho). Mereka sudah berteman sejak masa SMP, lalu akhirnya berpacaran. Sebelumnya, Jeon So Young dan Baek Sun Ho pernah beradu akting dalam drama yang sama, yaitu KICKKICKKICKKICK (2025), saat mereka menjadi sahabat dan tidak berjodoh.
Kali ini, mereka dipertemukan sebagai sahabat yang jadi pasangan, yang tentu membuat penggemar keduanya sangat antusias melihat chemistry mereka. Drama ini juga dibintangi oleh aktor-aktor berbakat lainnya, seperti Kang Mi Na, Jeon So Nee, Roh Jae Won, hingga Kim Si A.
2. Premis Aplikasi Pengabul Keinginan yang Unik

Alur cerita If Wishes Could Kill bisa dibilang tidak biasa. Lima orang sahabat di SMA Seorin awalnya menjalin hubungan yang menyenangkan hingga akhirnya menemukan aplikasi pengabul keinginan bernama Girigo.
Aplikasi tersebut tidak dapat diunduh di penyedia aplikasi biasa, sehingga banyak orang tidak tahu tentang keberadaannya. Girigo bisa mengabulkan permintaan jika seseorang menuliskan nama dan tanggal lahirnya, lalu merekam permintaannya dengan sungguh-sungguh. Awalnya mereka mengira itu hanya penipuan, tetapi ketika apa yang mereka minta benar-benar dikabulkan, mereka tidak bisa lagi mengabaikannya.
3. Konflik Remaja yang Dibalut Nuansa Horor

If Wishes Could Kill menggambarkan isu-isu yang sering ditemukan di kalangan remaja, seperti menyukai sahabat sendiri hingga perpecahan persahabatan karena adanya kebohongan dan pengkhianatan. Konflik remaja yang dihadirkan terasa relatable, tetapi sangat menegangkan karena dibalut nuansa horor.
Aplikasi yang awalnya dianggap hanya untuk main-main ternyata menimbulkan tragedi berdarah. Akibatnya, setiap menit penonton harus menahan napas karena tidak bisa menebak jump scare apa yang akan dihadirkan selanjutnya.
4. Semua Karakter Berperan Penting Hingga Akhir Cerita

Saat menonton drakor ini, kamu tidak akan merasa kesal melihat ada karakter yang menjadi beban. Hal itu karena semua karakternya berperan penting hingga akhir cerita. Masing-masing dari mereka turut andil dalam membangun konflik, mulai dari awal terciptanya aplikasi Girigo hingga cara menyingkirkan kutukan dari aplikasi tersebut.
5. Masih Terselip Humor di Sela-Sela Ketegangan

Meskipun nuansa horor sangat kental di sepanjang episode, drama ini masih menyelipkan humor di sela-selanya. Saat salah satu karakter berada di kondisi yang sangat sulit, terkadang yang lain masih sempat membuat candaan agar suasana lebih cair. Humornya tidak berlebihan sehingga kamu tidak akan merasa boring selama menonton drama ini.
Kelima alasan di atas menjadikan drakor If Wishes Could Kill layak masuk dalam daftar watch list. Drama ini cocok untuk kamu yang sedang mencari tontonan dark dan berdarah.










Discussion about this post