klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Local

Petaka di Pasir Madang: Kronologi Penganiayaan Wakil MUI Desa Cayur, Mengapa Kiai Jadi Target?

Redaksi by Redaksi
21 April 2026 - 09:47
Reading Time: 3 mins read
0
Petaka di Pasir Madang: Kronologi Penganiayaan Wakil MUI Desa Cayur, Mengapa Kiai Jadi Target?

Peristiwa Kekerasan yang Mengguncang Kecamatan Cikatomas

Pada hari Rabu, 15 April 2026, suasana di Blok Pasir Madang, Desa Cayur, terasa lebih panas dari biasanya. Bagi Abdul Yani, seorang Wakil Ketua MUI Desa Cayur, hari itu seharusnya menjadi hari biasa yang diisi dengan aktivitas sederhana seperti mengambil singkong dan menyabit rumput. Namun, perjalanan menuju kebun justru berubah menjadi petaka yang mengguncang ketenangan Kecamatan Cikatomas.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 13.30 WIB. Seorang warga bernama Imin datang ke kediaman Kiai Abdul Yani dengan maksud meminta sedikit hasil bumi berupa singkong. Sebagai sosok yang dikenal dermawan, sang Kiai segera mengajak Imin menuju kebunnya. Dengan langkah santai, keduanya menyusuri jalan di Kampung Surian. Tidak ada firasat buruk, meski mereka harus melewati sebuah gedung yang tengah dipadati massa.

Gedung tersebut merupakan sekretariat salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang saat itu sedang menggelar acara halalbihalal. Ketegangan pecah secara tiba-tiba saat sang Kiai dan Imin berada tepat di depan markas ormas tersebut. Tanpa ada dialog pembuka, ada orang dari kerumunan massa yang mencegat langkah sang kiai.

Suasana berubah mencekam ketika dua orang dari kelompok tersebut menudingkan jari ke arah Abdul Yani. Bukan tanpa alasan, mereka melontarkan tuduhan serius yang diduga telah lama terpendam: sang kiai dianggap sebagai provokator yang kerap menghasut warga untuk melawan organisasi mereka.

Tudingan itu dengan cepat berujung pada kekerasan fisik. Seorang pria yang diidentifikasi berasal dari Desa Lengkongbarang diduga hilang kendali. Tanpa ampun, ia melakukan aksi kasar dengan mencekik leher sang kiai. Tak berhenti di situ, pelaku melakukan tindakan brutal dengan menanduk ke arah wajah dan pipi korban.

Saksi mata di lokasi, termasuk seorang Ketua RT setempat, melihat langsung bagaimana sang tokoh agama terhuyung. Benturan keras tersebut mengakibatkan luka memar serius, pembengkakan di wajah, hingga membuat gigi korban goyang. Bahkan, saksi yang mencoba mendekat pun tak luput dari intimidasi.

Akar Masalah dan Reaksi Publik

Akar dari insiden ini diduga kuat berasal dari sentimen negatif kelompok tersebut terhadap sikap kritis yang selama ini ditunjukkan oleh Abdul Yani. Tuduhan “penghasutan” menjadi pemicu ledakan amarah massa di tengah momentum halalbihalal tersebut.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Penganiayaan yang menimpa sang kiai ini memicu reaksi berantai. Keesokan harinya, Kamis (16/4/2026), ratusan warga dan simpatisan mengepung Mapolsek Cikatomas. Mereka menuntut ketegasan hukum tanpa ada kompromi. Kapolsek Cikatomas, AKP Sukiran, menegaskan bahwa laporan telah diterima dan pihaknya tengah bekerja keras merunut kronologi berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan.

Kini, kasus sensitif ini sepenuhnya diambil alih oleh Polres Tasikmalaya guna menjaga objektivitas dan mencegah gesekan lebih luas di tengah masyarakat. Pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polres Tasikmalaya dengan didampingi oleh kuasa hukumnya pada Minggu, 19 April 2026.

Pemahaman dan Tindakan yang Diperlukan

Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga harmoni antar komunitas dan menjunjung nilai toleransi dalam masyarakat. Setiap individu memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi harus dilakukan dengan cara yang damai dan tidak menimbulkan konflik.

Masyarakat juga perlu sadar bahwa setiap tindakan yang dilakukan bisa berdampak besar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk saling menghargai dan memahami perbedaan pendapat tanpa memicu kekerasan atau ancaman.

Dalam konteks ini, peran lembaga kepolisian sangat krusial untuk memastikan keadilan dan menjaga stabilitas sosial. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam memperkuat iklim perdamaian dan kerja sama antar komunitas juga menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah konflik serupa di masa depan.


ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti
Local

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti

2 Juni 2026 - 20:49
Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam
Local

Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam

2 Juni 2026 - 18:57
Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban
Local

Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban

2 Juni 2026 - 18:50
Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah
Local

Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah

2 Juni 2026 - 18:04
Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal
Local

Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal

2 Juni 2026 - 17:51
Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata
Local

Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata

2 Juni 2026 - 16:19
Next Post
Getaran Misterius Menggemparkan Warga Cipanas Cirebon

Getaran Misterius Menggemparkan Warga Cipanas Cirebon

Kepri Akali Defisit Anggaran, Usul Gaji ASN Dibayar Pusat

Kepri Akali Defisit Anggaran, Usul Gaji ASN Dibayar Pusat

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com