TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada otoritas Malaysia, Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Konsulat Republik Indonesia, serta tim SAR gabungan atas penyelamatan dan pemulangan Bachtiar (61), nelayan asal Kabupaten Kepulauan Anambas yang hanyut hingga ke perairan Malaysia, Senin (19/10/2026).
Bachtiar, warga Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Anambas, sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak kehabisan bahan bakar saat melaut menggunakan kapal pompong sepanjang 25 kaki hingga terombang-ambing melewati batas perbatasan perairan negara.
Korban berhasil ditemukan di perairan Pulau Tioman, Pahang, Malaysia, pada Kamis (15/10/2026) dan dievakuasi menggunakan Bot PERKASA 46 menuju Klinik Kesihatan Tekek untuk menjalani penanganan medis sebelum dipulangkan ke Tanah Air pada Sabtu (17/10/2026).
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri Doli Boniara menjelaskan bahwa proses serah terima korban di perbatasan laut melibatkan dukungan armada KM Sebatik Malaysia dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna milik Basarnas.
Doli mengimbau seluruh nelayan di kawasan perbatasan dan pulau terluar Kepri untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dengan melengkapi armada pelayaran menggunakan radio komunikasi dasar serta perangkat navigasi standar.
Operasi kemanusiaan dan pemulangan nelayan Anambas di Tanjungpinang ini diselenggarakan guna menyelamatkan warga negara Indonesia di perbatasan, memantapkan koordinasi SAR lintas negara Indonesia-Malaysia, memastikan perlindungan medis warga pesisir, serta meningkatkan kewaspadaan keselamatan pelayaran di wilayah terluar Kepri.
Sinergi internasional dan penguatan koordinasi perbatasan ini diproyeksikan mampu meningkatkan jaminan keselamatan para nelayan tradisional yang beraktivitas di kawasan perairan terluar Kepulauan Riau.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada otoritas Malaysia, MRSC Kuantan, Konsulat Republik Indonesia, serta tim SAR gabungan yang telah merawat dan memfasilitasi pemulangan Saudara Bachtiar. Sinergi kemanusiaan tanpa batas negara ini sangat berarti bagi kami dan keluarga korban dalam memastikan keselamatan warga di kawasan perbatasan. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh nelayan Kepri untuk selalu melengkapi kapal dengan alat komunikasi dasar dan perangkat keselamatan sebelum melaut.” ujar Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.
Saat ini Bachtiar telah tiba kembali di rumah kediamannya di Kabupaten Kepulauan Anambas dan berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat walafiat. (din)










Discussion about this post