Barcelona melanjutkan awal musim yang sempurna di Liga Spanyol 2026/2027 setelah menaklukkan Real Betis 5-2 pada pekan kesembilan, Sabtu (17/10/2026), di Stadion La Cartuja. Hasil ini bukan hanya menjaga posisi Blaugrana di puncak klasemen, tetapi juga menegaskan laju impresif mereka di bawah asuhan Hansi Flick: sembilan kemenangan dari sembilan laga liga dan 11 kemenangan beruntun di semua ajang.
Di laga tersebut, Barcelona membuka keunggulan lebih dulu lewat Lamine Yamal pada menit ke-10. Pemain muda itu melepas tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Betis. Tim tuan rumah sempat merespons melalui Valentin Gomez yang menyamakan skor lewat sundulan dari situasi sepak pojok, sebelum Barcelona kembali memimpin menjelang turun minum berkat gol Rodri pada menit ke-41.
Betis sebenarnya sempat punya peluang menambah gol melalui Giovani Lo Celso. Namun, wasit menganulirnya setelah meninjau tayangan ulang dan mendeteksi handball dalam proses serangan. Memasuki babak kedua, Barcelona tampil lebih agresif. Gabriel Jesus sempat membobol gawang lawan pada menit ke-50, tetapi gol itu dibatalkan karena offside. Sejam kemudian, penyerang asal Brasil itu benar-benar mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan umpan Yamal di dalam kotak penalti.
Real Betis belum menyerah dan sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 lewat Abde Ezzalzouli. Gol itu memicu ketegangan di lapangan ketika Yamal terlibat adu fisik dengan Facundo Bernal. Wasit kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Bernal, sementara Yamal diganjar kartu kuning. Bermain dengan 10 orang, Betis kesulitan menahan tekanan Barcelona, yang kembali menambah dua gol melalui Eric Garcia pada menit ke-62 dan Dani Olmo pada menit ke-81.
Kemenangan ini membuat Barcelona kukuh di posisi teratas klasemen dengan 27 poin dari sembilan pertandingan. Mereka unggul tujuh angka atas Atletico Madrid yang berada di urutan kedua, sedangkan Real Betis tertahan di posisi ketiga dengan 19 poin. Di balik hasil itu, Barcelona juga mencatat pencapaian historis karena menyamai rekor start terbaik dalam sejarah LaLiga yang sebelumnya dibuat Real Madrid pada musim 1968-1969, atau 58 tahun lalu.
Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi Barcelona di awal musim. Mereka tidak hanya dominan di liga domestik, tetapi juga menjaga tren positif di seluruh kompetisi yang diikuti. Dengan 11 kemenangan dari 11 laga pertama, Blaugrana memasuki periode krusial dengan kepercayaan diri tinggi. Tantangan berikutnya sudah menanti dalam jadwal yang padat, dimulai dari duel melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions pada Rabu (21/10/2026), lalu El Clasico menghadapi Real Madrid pada Senin (26/10/2026).
Rangkaian pertandingan itu akan menjadi ukuran penting bagi Barcelona, baik untuk mempertahankan momentum maupun membuktikan bahwa start kuat mereka bukan sekadar hasil awal yang sementara. Jika mampu melewati dua laga besar tersebut, Barcelona akan semakin menegaskan statusnya sebagai tim paling stabil di awal musim 2026/2027.










Discussion about this post