Spekulasi soal Hajime Moriyasu ke tim nasional Malaysia kini tidak lagi berhenti di isu pergantian pelatih. Di Negeri Jiran, pembicaraan sudah merembet ke besaran gaji yang harus disiapkan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) bila benar ingin memboyong pelatih Jepang itu untuk menangani Harimau Malaya.
Nama Moriyasu mencuat di tengah ambisi Malaysia untuk kembali tampil di Piala Asia dan, dalam jangka panjang, mencoba menembus Piala Dunia. Dorongan untuk mencari pelatih berkelas disebut muncul karena target tersebut dinilai sulit dicapai jika hanya mengandalkan pelatih lokal. Isu ini bahkan disebut telah sampai ke level menteri, menandakan besarnya perhatian terhadap arah baru tim nasional Malaysia.
Menurut agen berakreditasi FIFA asal Malaysia, Effendi Jagan Abdullah, biaya yang harus disiapkan FAM untuk Moriyasu tidak kecil. Ia menyebut angka sekitar 60 ribu dolar AS per bulan, atau setara lebih dari Rp1 miliar. Effendi menilai angka itu masih masuk akal jika federasi memang mengincar sosok yang sudah berada di jajaran pelatih elite Asia.
Effendi menjelaskan bahwa untuk pelatih dengan reputasi tinggi, FAM setidaknya perlu menyiapkan sekitar 30 ribu dolar AS setiap bulan. Namun, jika federasi ingin mendapatkan opsi yang lebih kuat dan nama yang lebih besar, nilainya bisa meningkat hingga 60 ribu dolar AS. Dari sudut pandangnya, investasi semacam ini harus dipahami sebagai upaya jangka panjang, bukan sekadar biaya rutin bulanan.
Ia juga menekankan bahwa Malaysia tidak bisa berharap hasil besar dengan pendekatan yang biasa-biasa saja. Jika ingin bersaing di level atas, kata dia, FAM harus berani mengeluarkan dana besar untuk pelatih yang punya rekam jejak mumpuni. Harapannya, pengeluaran tersebut nantinya sebanding dengan peningkatan performa Harimau Malaya di turnamen internasional.
Moriyasu sendiri menjadi satu-satunya nama yang ramai dikaitkan dengan Malaysia setelah muncul kabar ia berpotensi meninggalkan Jepang usai Piala Asia 2026. Meski begitu, Presiden FAM Datuk Abd Ghani Hassan menegaskan belum ada keputusan resmi. Ia menyebut federasi masih akan membahas masalah ini lebih jauh sebelum mengambil langkah konkret.
Perbincangan mengenai calon pelatih baru Malaysia ikut menguat setelah penampilan tim asuhan Tam Cheng Hoe di FIFA ASEAN Cup 2026 cukup menjanjikan. Malaysia finis di posisi ketiga, tetapi mampu menutup turnamen tanpa kebobolan dan tanpa menelan kekalahan. Hasil itu membuat publik Malaysia semakin penasaran apakah federasi benar-benar akan mengejar nama besar seperti Moriyasu atau memilih jalan lain.










Discussion about this post