Kapten Heracles Almelo, Sem Scheperman, mengungkap pengalaman tak biasa ketika namanya sempat dikaitkan dengan Timnas Malaysia. Pemain berusia 24 tahun itu mengatakan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pernah mengirim surat kepada klubnya untuk menindaklanjuti isu tersebut, setelah percakapan ringan di media sosial berkembang menjadi pembicaraan yang lebih serius. Kisah ini bermula dari pertanyaan seorang pendukung Malaysia tentang kemungkinan dirinya memiliki darah Malaysia.
Menurut Scheperman, semua itu berawal beberapa tahun lalu, saat pembahasan soal pemain keturunan sedang ramai. Ia menerima pesan melalui Instagram dari akun yang disebutnya cukup dikenal di kalangan penggemar sepak bola Malaysia. Dalam pesan itu, si pengirim menanyakan asal-usul keluarganya. Scheperman lalu menjawab bahwa ia punya hubungan darah dengan Malaysia lewat neneknya. Belakangan, ia mengakui jawaban itu hanya candaan dan tidak benar.
Situasi yang awalnya dianggap iseng kemudian melebar. Scheperman menuturkan bahwa responsnya memicu harapan dari sebagian pihak di Malaysia yang ingin melihatnya memperkuat Harimau Malaya. Ia sendiri menyadari percakapan itu sudah keluar jalur, meski pada saat itu tidak membayangkan akan sampai ke tingkat federasi. “Lelucon yang benar-benar lepas kendali,” ujarnya, sembari menyebut kejadian itu sudah berlangsung sekitar empat tahun lalu.
Ia juga mengatakan masih sering menerima pesan dari warga Malaysia yang bertanya apakah dirinya benar-benar orang Malaysia. Padahal, menurut dia, identitasnya sepenuhnya Belanda. Meski begitu, sejumlah penggemar di Malaysia tampaknya masih menyimpan harapan agar Scheperman dapat menjadi tambahan kekuatan untuk tim nasional mereka. Perbincangan ini ikut menyoroti betapa aktifnya FAM mencari pemain berdarah Malaysia di luar negeri.
Langkah FAM tersebut tidak lepas dari ambisi besar mereka untuk memperkuat tim nasional lewat pemain keturunan. Namun, upaya itu juga berada di bawah sorotan karena federasi sepak bola dunia, FIFA, sebelumnya menjatuhkan denda akibat naturalisasi ilegal terhadap tujuh pemain. Di tengah situasi itu, Malaysia disebut tak ingin tertinggal dari negara-negara tetangga yang lebih dulu sukses memaksimalkan pemain diaspora.
Rivalitas dengan Indonesia turut membuat isu pencarian pemain keturunan semakin panas. Keberhasilan Timnas Indonesia mendatangkan pemain berdarah Indonesia kerap disebut menjadi salah satu pemicu negara lain di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, ikut berburu talenta serupa. Dalam kasus Scheperman, hasil akhirnya justru menunjukkan bagaimana sebuah candaan di media sosial bisa berujung pada surat resmi dari federasi dan perbincangan panjang di kalangan suporter.










Discussion about this post