klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Bisnis

MSCI Mulai Konsultasi Klasifikasi Indonesia, Opsi Standalone Market Masih Terbuka

by
16 Oktober 2026 - 11:33
Reading Time: 2 mins read
0
MSCI Mulai Konsultasi Klasifikasi Indonesia, Opsi Standalone Market Masih Terbuka

Morgan Stanley Capital International (MSCI) memulai konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Dalam proses ini, penyedia indeks global tersebut menegaskan Indonesia tidak akan dipindahkan dari Emerging Market ke frontier market, tetapi opsi penurunan ke Standalone Market masih menjadi kemungkinan yang dikaji.

MSCI menargetkan keputusan akhir atas usulan itu keluar paling lambat pada akhir Juni 2027. Selama masa konsultasi, lembaga ini juga membuka ruang bagi pelaku pasar untuk menyampaikan pandangan dan perkembangan terbaru terkait kondisi pasar modal Indonesia.

Dalam pengumuman pada 15 Oktober 2026, MSCI menyebut kekhawatiran investor soal kemampuan pasar saham Indonesia untuk diinvestasikan masih belum terjawab dengan memadai. Dua isu yang kembali disorot adalah minimnya transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan adanya perdagangan yang dilakukan secara terkoordinasi.

MSCI menjelaskan, pada Tinjauan Klasifikasi Pasar Juni 2026, sejumlah pelaku pasar sudah menyuarakan keberatan terkait kualitas dan kemudahan akses pasar saham Indonesia. Meski otoritas pasar modal telah mengumumkan serangkaian reformasi, investor institusional menilai pelaksanaannya harus konsisten dan terlihat memberi hasil yang nyata dalam jangka panjang.

Sejumlah perubahan yang dipantau antara lain keterbukaan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, rincian kategori investor, pelaporan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan untuk menaikkan batas minimum free float menjadi 15%. MSCI sebelumnya sempat menyatakan akan mempertimbangkan perubahan klasifikasi jika tidak melihat kemajuan yang cukup hingga peninjauan indeks November 2026.

Namun, berdasarkan masukan terbaru, MSCI menilai perbaikan yang dibutuhkan belum terlihat cukup konsisten di seluruh pasar. Karena itu, lembaga tersebut memandang status Indonesia sebagai pasar berkembang perlu ditinjau ulang dan membuka konsultasi untuk kemungkinan pengubahan ke Standalone Market. MSCI juga menilai kategori frontier market tidak akan menggambarkan secara tepat tingkat persoalan yang dihadapi pasar saham Indonesia. Meski begitu, usulan ini belum final dan masih bergantung pada hasil konsultasi serta bukti perbaikan tata kelola dan fungsi pasar.

Di saat yang sama, MSCI mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan terkait efek Indonesia dalam indeksnya sampai pemberitahuan berikutnya. Artinya, tidak ada kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) atau Number of Shares (NOS), tidak ada penambahan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), dan tidak ada perpindahan saham ke segmen indeks yang lebih tinggi. MSCI juga tetap akan menghapus saham yang masuk daftar otoritas Indonesia dalam kerangka HSC serta memakai data kepemilikan di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Menanggapi langkah MSCI, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan BEI menghormati independensi MSCI dalam menilai dan menetapkan klasifikasi pasar sesuai metodologi mereka. Ia menambahkan, BEI akan meminta penjelasan lebih rinci mengenai dasar penilaian tersebut sambil menegaskan bahwa BEI dan OJK telah menjalankan berbagai langkah untuk memperbaiki transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal Indonesia. BEI, kata Jeffrey, akan terus berkoordinasi dengan OJK dan para pemangku kepentingan agar perdagangan efek tetap teratur, wajar, efisien, serta menjaga kepercayaan investor domestik maupun global.

ShareTweetSend

Related Posts

MSCI Buka Konsultasi Status Pasar Indonesia, Risiko Turun Kelas Menguat
Bisnis

MSCI Buka Konsultasi Status Pasar Indonesia, Risiko Turun Kelas Menguat

16 Oktober 2026 - 11:33
Harga iPhone 17 di iBox Turun Rp500.000 per 15 Oktober 2026
Bisnis

Harga iPhone 17 di iBox Turun Rp500.000 per 15 Oktober 2026

16 Oktober 2026 - 01:50
Daftar Promo Indomaret 15-28 Oktober 2026: Makanan, Minuman, dan Kebutuhan Rumah Tangga Lebih Murah
Bisnis

Daftar Promo Indomaret 15-28 Oktober 2026: Makanan, Minuman, dan Kebutuhan Rumah Tangga Lebih Murah

15 Oktober 2026 - 16:07
Pegadaian Rilis Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 per 15 Oktober 2026
Bisnis

Pegadaian Rilis Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 per 15 Oktober 2026

15 Oktober 2026 - 10:49
Suroso Isnandar Resmi Pimpin PLN Usai Hadiri Rapat di Istana
Bisnis

Suroso Isnandar Resmi Pimpin PLN Usai Hadiri Rapat di Istana

15 Oktober 2026 - 03:45
Catherine Hindra Sutjahyo Mundur dari Wakil Direktur Utama GOTO, Ini Jejak Kariernya
Bisnis

Catherine Hindra Sutjahyo Mundur dari Wakil Direktur Utama GOTO, Ini Jejak Kariernya

14 Oktober 2026 - 19:48
Next Post
MSCI Buka Konsultasi Status Pasar Indonesia, Risiko Turun Kelas Menguat

MSCI Buka Konsultasi Status Pasar Indonesia, Risiko Turun Kelas Menguat

Zarima Mirafsur Sebut Hubungannya dengan Yusuf Kartiko Sempat Merenggang karena Fitnah di Media Sosial

Zarima Mirafsur Sebut Hubungannya dengan Yusuf Kartiko Sempat Merenggang karena Fitnah di Media Sosial

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com