Kelangkaan bahan bakar minyak di Bali sejak Selasa, 13 Oktober 2026, memicu dampak berantai di berbagai sektor. Antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU, aktivitas pemerintahan ikut disesuaikan, sekolah beralih ke pembelajaran jarak jauh, dan kunjungan wisata di beberapa titik menurun. Di Jembrana, seorang warga bahkan mengalami kejang saat menunggu BBM di SPBU setelah mengantre hampir empat jam.
Situasi ini berawal dari terganggunya distribusi BBM. Berdasarkan keterangan yang beredar, kapal pengangkut mengalami kesulitan saat menurunkan jangkar untuk proses bongkar muat. Akibatnya, pasokan di lapangan tersendat dan warga pun berburu BBM sejak pagi buta. Di sejumlah lokasi, antrean kendaraan mengular dan membuat mobilitas masyarakat ikut tersendat.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menetapkan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali pada 15 hingga 17 Oktober 2026. Keputusan itu diambil setelah koordinasi dengan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Koster kemudian menerbitkan Surat Edaran Gubernur Bali nomor B.39.000.8/48412/TLK/B.ORG yang mengatur penyesuaian sistem kerja untuk mendukung kelancaran penyediaan dan distribusi BBM.
Meski ada kebijakan WFH, pemerintah provinsi menegaskan layanan publik dan urusan administrasi tetap harus berjalan. Sejumlah daerah juga mulai menyesuaikan langkah masing-masing. Sekretaris Daerah Pemkab Jembrana, I Made Budiasa, menyebut pihaknya akan menindaklanjuti surat edaran tersebut dan masih menyiapkan aturan teknis di daerahnya. Di Kabupaten Gianyar, Sekda I Gusti Bagus Adi Widhya Utama menegaskan tidak semua ASN bisa bekerja dari rumah karena ada unit pelayanan yang harus tetap siaga.
Unit yang dimaksud mencakup layanan kesehatan di RSUD Sanjiwani, RSU Payangan, puskesmas, BPBD, Satpol PP, serta pemadam kebakaran dan penyelamatan. Dalam surat edaran yang sama, Pemprov Bali juga meminta seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta menjalankan pembelajaran secara daring pada 15 sampai 17 Oktober 2026. Selain sekolah, rapat koordinasi, seminar, bimbingan teknis, serta pendidikan dan pelatihan juga diupayakan berlangsung secara daring.
Dampak kelangkaan BBM paling terasa di sektor pariwisata. Di Gianyar, Air Terjun Tegenungan di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, tampak lebih sepi dari biasanya selama dua hari terakhir. Perbekel Desa Kemenuh, Dewa Nyoman Neka, mengatakan kunjungan menurun sejak Selasa dan kondisi itu berlanjut pada Rabu. Hal serupa dirasakan para pelaku perjalanan wisata. Komang Gede Giriyasa, sopir travel di Denpasar, mengaku beberapa jadwal penjemputan wisatawan dibatalkan karena keterbatasan BBM.
Di tengah situasi tersebut, insiden kesehatan juga terjadi di Jembrana. NKHKA, 20 tahun, warga Kecamatan Mendoyo, kejang saat mengantre BBM di SPBU Jalan Sudirman pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia diketahui sudah menunggu sejak pukul 04.00 WITA dan baru tumbang sekitar pukul 07.43 WITA. Ps. Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, menyampaikan korban memiliki riwayat epilepsi dan rutin menjalani pengobatan. Ia pun mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas, terutama mereka yang memiliki penyakit bawaan.










Discussion about this post