Shayne Pattynama kembali jadi sorotan bukan karena aksinya di Persija Jakarta, melainkan karena mantan klubnya, Viking FK, baru saja membuat kejutan besar di Liga Champions. Tim asal Norwegia itu menahan Bayern Munich 3-3 pada Rabu (14/10/2026) dini hari, hasil yang langsung disebut sebagai salah satu kejutan terbesar di ajang musim ini. Di saat yang sama, Pattynama justru belum mendapat tempat di skuad utama Persija pada awal musim Super League 2026/27.
Kisah ini menarik karena Viking pernah menjadi klub yang memberi menit bermain paling stabil untuk bek kiri berusia 25 tahun itu. Pada Desember 2023, klub tersebut bahkan memperpanjang kontraknya. Namun, alih-alih bertahan lebih lama di Norwegia, jebolan FC Utrecht itu memilih melanjutkan karier ke luar negeri. Pada Februari 2024, ia resmi bergabung dengan KAS Eupen, klub Liga Belgia.
Keputusan pindah itu ternyata belum membawanya pada kestabilan karier yang dicari. Dari kontrak 2,5 tahun yang disepakati bersama Eupen, Pattynama hanya bertahan sekitar 1,5 tahun. Pada Juli 2025, ia kembali pindah dan mencoba peruntungan baru bersama Buriram United di Liga Thailand. Masa baktinya di sana juga singkat, hanya setengah musim, sebelum ia akhirnya kembali ke Indonesia dan menerima tawaran Persija Jakarta.
Di ibu kota, persaingan di posisi bek kiri membuat Pattynama belum mudah menembus tim inti. Persija masih memiliki Dony Tri Pamungkas, pemain muda yang musim lalu membuat Pattynama lebih sering duduk di bangku cadangan. Kondisi itu berlanjut pada musim ini. Dalam empat pertandingan Super League 2026/27, nama Pattynama belum sekali pun masuk daftar pemain yang dipilih pelatih Shin Tae-yong.
Shin menjelaskan bahwa absennya Pattynama berkaitan dengan kondisi persiapan tim. Menurut dia, sang pemain baru saja kembali dari tugas bersama tim nasional dan belum punya cukup waktu untuk mengikuti latihan taktik bersama rekan-rekannya. Karena itu, ia belum dimasukkan ke dalam skuad pertandingan. Situasi ini menegaskan bahwa Pattynama masih harus bersaing keras untuk mendapatkan kembali tempat di Persija.
Di sisi lain, Viking justru terus menanjak sejak ditinggal Pattynama. Pada musim 2025, klub yang berbasis di Stavanger itu berhasil menyalip Bodo/Glimt dan merebut gelar Liga Norwegia, sebuah pencapaian yang sekaligus mengantar mereka ke Liga Champions. Dengan sistem dua pelatih kepala, Bjarte Lunde Aarsheim dan Morten Jensen, Viking kemudian mampu menahan Bayern Munich dengan skor 3-3. Bagi banyak orang, hasil itu menjadi pengingat bahwa keputusan karier Pattynama pada akhir 2023 bisa saja membawa jalan yang berbeda.










Discussion about this post