Raline Shah resmi meninggalkan posisinya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital per 13 Oktober 2026. Keputusan itu ia ambil setelah melalui pertimbangan pribadi dan profesional, termasuk rencana untuk kembali fokus ke dunia hiburan. Di saat pengunduran dirinya menjadi perhatian publik, unggahan terakhir yang ia sorot di Instagram juga ikut memantik pembicaraan karena menyinggung kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Dalam pernyataannya, Raline menyampaikan terima kasih kepada Menkomdigi Meutya Hafid atas kepercayaan yang diberikan selama ia bertugas. Ia menilai kesempatan bekerja di lingkungan pemerintahan sebagai pengalaman penting yang memberi warna baru dalam perjalanan profesionalnya. Menurut Raline, momentum untuk berpindah ke tahap berikutnya sudah tepat, sehingga ia memilih mundur dari jabatan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa keputusannya tidak diambil secara mendadak. Raline menyebut tanggung jawab pribadi dan pekerjaan yang terus berkembang menjadi salah satu pertimbangan utama. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi ruang yang pernah diberikan kepadanya untuk ikut berkontribusi dalam agenda transformasi digital Indonesia, khususnya pada bidang edukasi digital dan perlindungan anak di ruang daring.
Selama menjabat, Raline terlibat dalam upaya memperluas kemitraan internasional dan mendorong literasi digital masyarakat. Ia juga ikut mendukung inisiatif yang berkaitan dengan keamanan aktivitas anak di internet. Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan pada masa itu adalah PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS, aturan yang mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik demi perlindungan anak.
Menkomdigi Meutya Hafid turut memberikan apresiasi atas kontribusi Raline. Dalam keterangan yang sama, Meutya menyebut kementerian menghormati langkah yang diambil Raline untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya. Ia juga menilai Raline tetap akan membantu proses transisi agar sejumlah program yang masih berjalan di lingkungan Komdigi bisa diselesaikan dengan baik sebelum benar-benar beralih tugas.
Di luar urusan jabatan, perhatian publik juga tertuju pada unggahan ulang Raline di Instagram Story akun pribadinya, @ralineshah. Ia membagikan konten yang membahas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, termasuk kabut asap yang berulang muncul saat musim kemarau. Konten itu menyoroti perlunya menelusuri sumber kebakaran secara lebih menyeluruh, bukan semata-mata menyalahkan petani kecil, melainkan juga melihat area konsesi perusahaan. Hingga kini, belum ada penjelasan langsung dari Raline mengenai kaitan unggahan tersebut dengan keputusannya mundur dari jabatan staf khusus.










Discussion about this post