Sejumlah kabar hiburan menarik perhatian pembaca pada Senin, 12 Oktober, mulai dari langkah Ruben Onsu yang membawa persoalan video call viral ke jalur hukum hingga Reza Rahadian yang memperkenalkan proyek film terbarunya, Casparina, di Busan International Film Festival. Di sisi lain, nama Jaja Mihardja, Yasamin Jasem, dan Junior Roberts juga ikut menyita perhatian lewat cerita seputar penghargaan, film horor-komedi, dan proyek layar lebar bertema teknologi.
Ruben Onsu menjadi salah satu sorotan utama setelah rekaman video call dirinya yang diunggah Sarwendah tersebar luas di media sosial. Tak lama setelah video itu ramai dibicarakan, Ruben memilih melapor ke Polda Metro Jaya. Kepolisian membenarkan laporan tersebut dan menyebut aduan itu sudah masuk sejak Minggu, 11 Oktober. Dalam keterangan yang disampaikan AKBP Onkoseno selaku Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik. Hingga kini, terlapor masih dalam tahap penyelidikan, sementara sejumlah barang bukti telah diserahkan pihak Ruben.
Nama Reza Rahadian juga mencuat, kali ini bukan karena akting, melainkan proyek yang ia bawa ke ajang internasional. Di Busan International Film Festival, Reza memperkenalkan Casparina melalui Asian Project Market, bagian dari rangkaian Asian Contents & Film Market (ACFM). Film ini terinspirasi dari kisah neneknya, Francisca Casparina Fanggidaej, seorang jurnalis yang kewarganegaraan Indonesianya dicabut pada 1965. Cerita tersebut berpusat pada perjalanan Casparina yang hidup dalam pengasingan selama puluhan tahun sebelum akhirnya bisa kembali ke Indonesia untuk bertemu anak-anaknya yang tumbuh tanpa kehadiran sang ibu.
Dalam proyek itu, Reza menyoroti pengalaman seorang ibu yang kisahnya dipandang dari sudut pandang anak-anaknya. Ia juga menempatkan latar sejarah sebagai elemen penting, terutama masa ketika status kewarganegaraan seseorang dapat dicabut secara tiba-tiba. Casparina menjadi film kedua yang ia garap sebagai sutradara. Sebelumnya, lewat Pangku, Reza meraih empat penghargaan di kategori Vision pada Festival Film Busan 2025, termasuk pilihan penonton dan Fipresci.
Di ranah film lain, produser Imperial Pictures Peter Surya Wijaya mengaku tertarik pada Ghosthing karena perpaduan horor dan komedi yang mampu menghadirkan tawa di tengah cerita mistis. Salah satu yang paling membuatnya terkesan adalah Yasamin Jasem. Menurut Peter, aktris muda itu berhasil keluar dari karakter aslinya yang cenderung pendiam dan pemalu untuk memerankan sosok arwah Maya yang jauh lebih ekspresif dan cerewet.
Sementara itu, Jaja Mihardja menanggapi penyematan gelar maestro dan legenda dengan sikap rendah hati. Komedian senior itu mengaku merasa terbebani karena status tersebut menurutnya menuntut perilaku yang lebih hati-hati. Meski begitu, ia bersyukur masih mendapat tempat di hati masyarakat dan menilai kecintaannya pada dunia hiburan menjadi alasan dirinya tetap bertahan hingga sekarang. Dari film Aplikasi Iblis, sutradara Dimas Anggara dan pemeran utamanya Junior Roberts juga menarik perhatian lewat kisah Arya yang terjebak teror setelah terlalu larut dalam duka atas kematian kekasihnya, Laras, lalu menggunakan sebuah aplikasi digital yang memicu rangkaian kejadian mencekam.
Dimas menyebut film itu ingin menunjukkan bahaya dari obsesi berlebihan, sementara Junior mengungkap proses persiapan yang cukup intens. Ia menjalani workshop dan latihan fisik untuk mendukung adegan aksi. Dalam masa syuting, ia juga harus menjaga stamina agar tetap kuat menghadapi adegan yang menguras energi.










Discussion about this post