Jordi Amat dan Shayne Pattynama menghadapi awal musim yang kurang ideal bersama Persija Jakarta. Dua bek timnas Indonesia itu belum mendapat tempat utama di bawah pelatih Shin Tae-yong, sosok yang dulu memberi mereka banyak menit bermain saat sama-sama berada di Timnas Indonesia. Kondisi ini terjadi di Super League 2026/27, ketika Persija menatap persaingan papan atas dengan komposisi skuad yang makin ketat.
Keduanya sebenarnya punya ikatan kuat dengan Shin. Amat dan Pattynama sama-sama meraih status WNI ketika Timnas Indonesia masih ditangani pelatih asal Korea Selatan tersebut. Rekam jejak mereka di level internasional pun cukup dekat dengan era Shin: 18 dari 22 penampilan Amat untuk Merah Putih tercatat saat sang pelatih memimpin, sedangkan Pattynama membukukan 10 dari 17 caps bersama Garuda di bawah arahan yang sama.
Persija kemudian merekrut mereka pada musim 2025/26, ketika tim masih dilatih Mauricio Souza. Harapan sempat muncul bahwa hubungan lama dengan Shin akan membantu keduanya tetap menjadi pilihan utama saat Persija berganti pelatih pada musim berikutnya. Namun, skenarionya justru berbalik. Saat Shin diangkat sebagai pelatih kepala untuk musim 2026/27, Amat dan Pattynama malah tersisih dari rencana utama tim.
Untuk Amat, situasinya dipengaruhi persaingan di sektor belakang yang sangat padat. Bek berusia 34 tahun itu harus bersaing dengan sejumlah pemain lokal dan asing yang juga punya kualitas mumpuni. Dari empat laga awal Super League 2026/27, mantan pemain Real Betis dan Swansea City tersebut baru tampil sekali, itupun hanya selama 11 menit ketika Persija menang 2-1 atas Persib Bandung. Dengan target besar klub untuk menjadi juara, peluang Amat tampaknya lebih terbuka di ajang pendamping, League Cup, ketimbang di liga utama.
Nasib Pattynama bahkan lebih berat. Bek kiri berusia 28 tahun itu langsung berhadapan dengan Dony Tri Pamungkas, pemain muda yang performanya terus menanjak. Sejak awal bergabung dengan Persija, Pattynama belum sekalipun dibawa ke daftar skuad pertandingan Super League musim ini. Situasi itu membuat posisinya di tim terlihat paling rawan di antara para pemain belakang Persija.
Shin menjelaskan bahwa Pattynama belum masuk daftar pemain karena baru kembali dari tugas bersama tim nasional dan belum cukup waktu untuk menjalani latihan taktik bersama tim. “Shayne baru kembali dari tugas bersama tim nasional,” kata Shin saat ditanya BolaSport.com. Ia menambahkan, “Ia belum memiliki cukup waktu untuk mengikuti latihan taktim bersama tim.”
Meski demikian, alasan itu memunculkan tanda tanya karena pada laga lain, sejumlah pemain seperti Amat, Rizky Ridho, Rayhan Hannan, dan Nadeo Argawinata justru langsung dibawa saat menghadapi PSIM Jogja, Sabtu (10/10/2026). Dari situ, muncul pertanyaan apakah Jordi Amat dan Shayne Pattynama masih punya masa depan panjang di Persija atau justru perlu mulai mempertimbangkan opsi klub baru.










Discussion about this post