Iran menyatakan siap membantu meredakan ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman setelah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi berbicara lewat telepon dengan Menteri Luar Negeri Saudi. Dalam pembicaraan itu, Teheran menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terus berlangsung, sekaligus menegaskan bahwa jalan militer tidak akan menyelesaikan krisis di kawasan.
Melalui unggahan di Telegram, pemerintah Iran menyebut Araghchi menilai kebijakan yang terus mengandalkan kekuatan bersenjata, sambil menutup ruang bagi pendekatan politik, justru akan membuat situasi semakin rumit. Ia juga mengatakan Republik Islam Iran siap memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk memfasilitasi dialog antara Riyadh dan pihak di Yaman, dengan harapan tercapai solusi politik.
Pernyataan itu muncul di tengah rangkaian serangan Houthi terhadap fasilitas di Arab Saudi. Kelompok yang dikenal memiliki kedekatan dengan Iran itu terus menuduh koalisi pimpinan Saudi melakukan blokade dan serangan udara, tuduhan yang menjadi latar konflik berkepanjangan di kawasan tersebut. Di sisi lain, Arab Saudi memandang serangan-serangan itu sebagai ancaman langsung terhadap keamanan wilayahnya.
Insiden terbaru terjadi pada Sabtu (10/10/2026), ketika Houthi menyerang bandara di Riyadh dan menewaskan 12 orang. Sehari setelahnya, kelompok itu kembali melancarkan serangan ke Bandara King Khalid. Serangan lanjutan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya. Otoritas setempat kemudian mengidentifikasi korban jiwa sebagai warga negara Pakistan.
Pemerintah Saudi juga menyebut dua terminal penumpang terkena proyektil sehingga memicu kebakaran. Dalam keterangan resminya, otoritas menyatakan kerusakan materiil akibat serangan masih dalam proses penilaian. Peristiwa ini menambah daftar serangan yang menyasar infrastruktur sipil di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Di luar Iran dan Saudi, Turki juga angkat suara. Ankara mengecam serangan Houthi yang berulang kali menjadikan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sebagai target. Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan belasungkawa kepada Arab Saudi atas jatuhnya korban serta mendoakan pemulihan bagi para korban luka.
Turki menilai serangan yang dengan sengaja mengincar fasilitas sipil dan warga tak bersenjata merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional serta prinsip kemanusiaan internasional. Ankara juga menegaskan bahwa aksi semacam itu membahayakan stabilitas kawasan dan harus segera dihentikan, seraya menyatakan dukungan atas kedaulatan dan keutuhan wilayah Arab Saudi.










Discussion about this post