BATAM, KLIKKEPRI.com – Kota Batam kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan industri kreatif nasional melalui peluncuran film drama kriminal romantis berjudul UNIFORM: Cinta di Balik Seragam yang mengambil latar lokasi pengambilan gambar penuh di Kota Batam.
Film berdurasi 101 menit garapan sutradara Joseph Selvakumar bersama produser Deepak Annathurai ini diproduksi oleh PT JAS Films International berkolaborasi dengan Rancezz Entertainment.
Karya sinema yang dibintangi jajaran aktor papan atas seperti Yama Carlos, Kevin Fulky, dan Alin Fauziah tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyambut hangat pemutaran film ini, yang diawali dengan peluncuran trailer resmi dan preview eksklusif di Cinepolis K Square Mall Batam, Sabtu (10/10/2026).
Mengusung tema Love, Duty, Sacrifice, film ini mengisahkan perjuangan perwira muda bernama Jason dalam mengungkap misteri kematian kekasihnya yang menyeret keterlibatan sindikat kriminal.
Pemko Batam menilai kehadiran karya sinema ini menjadi sarana promosi pariwisata yang sangat efektif melalui konsep film-induced tourism guna memikat minat wisatawan nusantara.
Penyelenggaraan produksi dan tayang perdana film UNIFORM ini diselenggarakan guna mempromosikan potensi destinasi wisata dan lanskap tata kota Batam, memperkuat subsektor ekonomi kreatif film, melibatkan talenta seni lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata daerah.
Penayangan film skala nasional yang berlatar lanskap Batam ini diproyeksikan mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan serta membuka peluang investasi baru bagi industri perfilman di Kepulauan Riau.
“Pemerintah Kota Batam menyambut positif kehadiran film UNIFORM: Cinta di Balik Seragam yang mengambil lokasi syuting di berbagai sudut estetis Kota Batam. Sebagai bagian dari tujuh belas subsektor ekonomi kreatif, industri film merupakan media promosi yang sangat efektif untuk memperkenalkan keindahan, kultur, dan potensi daerah ke tingkat nasional. Kami berharap tayangan layar lebar ini tidak hanya menghibur masyarakat Indonesia, tetapi juga membangkitkan fenomena film-induced tourism sehingga mendorong minat wisatawan untuk datang langsung menikmati destinasi wisata, kuliner, dan budaya di Kota Batam.” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata.
Pemko Batam melalui Disbudpar berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan memberikan kemudahan izin lokasi bagi para pelaku industri kreatif nasional.
Sinergi antara pariwisata dan sektor sinematografi diharapkan terus tumbuh secara berkelanjutan. (din)










Discussion about this post