Hermanto Tanoko mengungkap kisah di balik pembelian Taman Dayu yang berawal dari pengalaman istrinya, Sanderawati Joesoef, saat ingin mengambil foto di kawasan tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Desember 2023, ketika sang istri yang kini berusia 63 tahun ditegur petugas keamanan saat berada di area Taman Dayu. Bagi Hermanto, kejadian itu justru menjadi pemicu keputusan bisnis besar: mengakuisisi kawasan properti dan resor yang dikenal memiliki lanskap hijau dan fasilitas golf ternama di Pasuruan, Jawa Timur.
Melalui akun TikTok pribadinya, pemilik Tancorp itu menulis, “Dulu Istri saya dilarang foto sama satpam, sekarang kami beli Taman Dayu!” Unggahan tersebut kembali menyoroti proses akuisisi yang sebelumnya sudah rampung pada akhir 2023. Hermanto, yang juga Komisaris Utama Tanrise Property sekaligus CEO Tancorp Group, menilai Taman Dayu menyimpan peluang pengembangan yang besar sejak kunjungan pertamanya ke lokasi itu.
Langkah korporasi tersebut dilakukan lewat PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. atau Tanrise Property (RISE), yang mengambil alih PT Taman Dayu beserta anak usahanya, PT Golf Taman Dayu. Entitas itu sebelumnya dimiliki oleh PT HM Sampoerna Tbk. dan PT Wahana Sampoerna. Prosesnya ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat di kantor pusat HM Sampoerna, Surabaya, pada November 2023, lalu penyelesaian transaksi dicatat pada 27 Desember 2023.
Setelah transaksi selesai, struktur kepemilikan Taman Dayu terbagi antara Tancorp dan Tanrise Property dengan porsi masing-masing 55 persen dan 45 persen. Hermanto menyebut, akuisisi tersebut bukan sekadar ekspansi aset, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi di industri properti dan menambah nilai bagi konsumen maupun para pemangku kepentingan. Taman Dayu sendiri memiliki area sekitar 600 hektare dan mencakup Taman Dayu Golf Club and Resort, salah satu lapangan golf yang dikenal paling indah di Indonesia dengan rancangan Jack Nicklaus Signature Course.
Di luar transaksi ini, nama Hermanto Tanoko sudah lama dikenal dalam daftar orang terkaya Indonesia. Berdasarkan data Forbes per Agustus 2026, ia menempati posisi ke-25 di Indonesia dengan kekayaan sekitar US$1,5 miliar, naik US$23 juta dari pembaruan sebelumnya, dan berada di peringkat 2.600 dunia. Melalui Tancorp Group, ia mengendalikan bisnis lintas sektor, mulai dari produk konsumer, bahan baku, hingga properti, termasuk emiten PT Avia Avian Tbk. (AVIA), PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE).
Perjalanan bisnis Hermanto sendiri tidak lepas dari pengalaman hidup yang berat. Ia lahir di Malang, Jawa Timur, pada 17 September 1962, dan semasa kecil keluarganya sempat terdampak sentimen anti-Tionghoa yang membuat mereka berpindah-pindah tempat tinggal. Orang tuanya semula bertani palawija sebelum membuka toko cat. Pada usia 14 tahun, Hermanto sudah mengelola apotek sendiri hingga bisa membiayai pendidikan. Setelah kuliah, ia kembali membantu usaha keluarga, lalu bersama sang kakak, Wijono Tanoko, mengembangkan bisnis cat itu menjadi PT Avia Avian pada 1978. Pada semester I/2026, perusahaan tersebut membukukan laba bersih Rp938 miliar.










Discussion about this post