Jakarta — Menempatkan dana Rp100 juta ke deposito masih menjadi opsi yang cukup populer bagi masyarakat yang mencari instrumen berisiko relatif rendah. Dengan nominal dan tenor yang sama, hasil yang diterima nasabah bisa berbeda di tiap bank karena suku bunga, kebijakan simpanan, dan cara perhitungannya tidak seragam. Berdasarkan data di laman resmi masing-masing bank, simulasi untuk BCA, BRI, BNI, dan Mandiri menunjukkan selisih imbal hasil yang cukup jelas, terutama saat tenor diperpanjang hingga 12 bulan.
Di BRI, bunga deposito untuk semua nominal simpanan tidak lagi dibedakan. Mengacu pada data yang diperbarui terakhir pada 4 Agustus 2026, bunga untuk tenor 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan berada di level 3,00 persen, sedangkan tenor 12 bulan sebesar 2,50 persen. Dengan dana Rp100 juta, bunga kotor yang dihitung dari simulasi mencapai Rp250.000 untuk 1 bulan, Rp750.000 untuk 3 bulan, Rp1,5 juta untuk 6 bulan, dan Rp2,5 juta untuk 12 bulan. Artinya, total dana menjadi Rp100,25 juta hingga Rp102,5 juta sebelum pajak.
Sementara itu, BCA menerapkan skema bunga berbeda untuk simpanan di bawah Rp2 miliar. Efektif sejak 1 April 2026, bunga deposito di bank ini tercatat 2,75 persen untuk tenor 1 bulan dan 3 bulan, lalu 3,00 persen pada tenor 6 bulan dan 12 bulan. Dalam simulasi Rp100 juta, bunga kotor yang muncul ialah sekitar Rp229.167 untuk 1 bulan, Rp687.500 untuk 3 bulan, Rp1,5 juta untuk 6 bulan, dan Rp3 juta untuk 12 bulan. Dengan demikian, total dana pada tenor setahun bisa mencapai Rp103 juta sebelum pajak dipotong.
BNI menawarkan pola yang berbeda lagi. Berdasarkan suku bunga yang berlaku efektif 5 November 2025, tenor 1 bulan dipatok 2,25 persen, tenor 3 bulan 2,50 persen, tenor 6 bulan 2,75 persen, dan tenor 12 bulan 2,50 persen. Jika dana yang ditempatkan Rp100 juta, maka bunga kotor yang diperoleh adalah Rp187.500 untuk 1 bulan, Rp625.000 untuk 3 bulan, Rp1,375 juta untuk 6 bulan, dan Rp2,5 juta untuk 12 bulan. Total dana pada akhir periode 12 bulan menjadi Rp102,5 juta sebelum pajak.
Mandiri mencatat struktur bunga yang relatif stabil. Berdasarkan pemantauan di laman resmi bank hingga 5 Oktober 2026, suku bunganya tidak berubah sejak Juli 2025: 2,25 persen untuk 1 bulan, 2,25 persen untuk 3 bulan, 2,50 persen untuk 6 bulan, dan 2,50 persen untuk 12 bulan. Dalam simulasi Rp100 juta, hasil bunga kotor berada di kisaran Rp187.500 untuk tenor 1 bulan, Rp562.500 untuk 3 bulan, Rp1,25 juta untuk 6 bulan, dan Rp2,5 juta untuk 12 bulan.
Perlu dicatat, angka-angka tersebut masih bersifat estimasi awal karena belum memasukkan pajak penghasilan final atas bunga deposito sebesar 20 persen. Setelah pajak, bunga bersih tenor 12 bulan diperkirakan sekitar Rp2,4 juta di BCA, sedangkan di BRI, BNI, dan Mandiri sekitar Rp2 juta. Selain itu, perhitungan di atas memakai pendekatan bulanan proporsional, bukan hitungan harian aktual seperti yang lazim dipakai bank.
Karena hasil akhir dapat berubah tergantung kebijakan bank dan karakter produk yang dipilih, nasabah sebaiknya mengecek langsung syarat terbaru sebelum menempatkan dana. Informasi dari bank masing-masing tetap menjadi acuan utama, terutama untuk memastikan tenor, tingkat bunga, dan skema perhitungan yang berlaku saat deposito dibuka.










Discussion about this post