BATAM, KLIKKEPRI.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerap langsung berbagai aspirasi prioritas masyarakat kawasan pulau penyangga (hinterland) dalam agenda silaturahmi bersama pengurus RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Bulang di Bulang Kebam, Kelurahan Bulang Lintang, Batam, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tatap muka yang dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam dan Forkopimcam Bulang tersebut berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur perairan dan penguatan ekonomi pesisir.
Dalam arahannya, Amsakar menyampaikan capaian indikator pembangunan Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 83,8, angka kemiskinan turun ke 3,81 persen, serta pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 menembus 7,28 persen.
Menjawab kebutuhan warga, Amsakar menegaskan bahwa Pemko Batam tengah menyiapkan pematangan Detail Engineering Design (DED) serta penganggaran awal tahun 2027 untuk pembangunan jembatan strategis penghubung Bulang Kebam–Bulang Lintang, sembari mengawal dukungan dana APBN dari pemerintah pusat.
Selain itu, guna mengatasi krisis air bersih pulau akibat dampak El Niño, Pemko Batam menyiapkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan imbauan Salat Istisqa, serta mengalokasikan tiga unit Koperasi Nelayan Merah Putih untuk menjamin pasokan BBM nelayan di Kecamatan Bulang.
Penyerapan aspirasi dan sosialisasi program hinterland ini diselenggarakan guna memangkas isolasi antar-pulau di Bulang, menjamin kemudahan akses BBM bersubsidi bagi nelayan, menghadirkan teknologi pengolahan air minum pulau, serta memastikan program pembangunan daerah terdistribusi secara adil hingga ke kawasan pesisir.
Realisasi pembangunan jembatan konektivitas dan pembentukan Koperasi Nelayan Merah Putih ini diproyeksikan mampu meningkatkan taraf hidup serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Bulang.
“Silaturahmi dan komunikasi langsung bersama warga hinterland ini adalah energi bagi pemerintah daerah untuk memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Terkait aspirasi jembatan penghubung Bulang Kebam–Bulang Lintang, Pemko Batam terus menyiapkan dokumen kajian teknis dan DED dengan alokasi awal di tahun 2027 untuk kita kawal bersama ke pemerintah pusat. Selain menyiapkan teknologi SWRO untuk krisis air bersih, kita juga alokasikan tiga unit Koperasi Nelayan Merah Putih di Bulang agar memperkuat perekonomian pesisir serta mempermudah akses bahan bakar bagi para nelayan.” ujar Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Amsakar menginstruksikan Camat dan para Lurah se-Kecamatan Bulang untuk rajin berembuk di tengah masyarakat guna mengawal pencairan bantuan dan tahapan kajian jembatan.
Tokoh masyarakat Bulang mengapresiasi perhatian Pemko Batam terhadap kemajuan wilayah pulau penyangga. (din)










Discussion about this post