Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memastikan Nguyen Dinh Bac tidak bisa tampil pada dua pertandingan pertama Timnas Vietnam di Piala Asia 2027. Sanksi itu membuat skuad asuhan Kim Sang-sik harus menjalani fase awal turnamen tanpa salah satu penyerang mudanya, tepat saat mereka dijadwalkan menghadapi lawan-lawan berat di Grup E.
Vietnam akan memulai perjalanan mereka melawan Uni Emirat Arab pada 10 Januari 2027, lalu berjumpa Korea Selatan pada 15 Januari 2027. Keduanya digolongkan sebagai lawan yang jauh lebih kuat, sehingga absennya Dinh Bac menjadi masalah besar bagi lini depan Vietnam. Jika masuk daftar pemain turnamen, ia baru berpeluang kembali saat melawan Yaman pada 20 Januari di Riyadh, Arab Saudi.
Keputusan ini berawal dari kartu merah langsung yang diterima Dinh Bac ketika bermain pada perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2026 melawan Korea Selatan pada awal tahun. Dalam laga itu, ia dinilai melakukan pelanggaran terhadap lawan dan kemudian dijatuhi hukuman larangan bermain dua pertandingan serta denda 1.000 dolar AS atau sekitar Rp17,9 juta berdasarkan putusan disiplin AFC.
Masalahnya, Dinh Bac tidak lagi memiliki agenda di ajang U-23 pada 2026. Karena itu, sanksi yang semestinya dijalani di level usia muda dialihkan ke tim nasional senior. AFC menegaskan bahwa hukuman tersebut harus ditunaikan pada turnamen resmi berikutnya yang diikuti Vietnam, yakni Piala Asia 2027.
Situasi ini sempat memunculkan salah paham ketika Vietnam menang 3-1 atas Malaysia dalam kualifikasi Piala Asia 2027 pada 31 Maret. Saat itu, banyak pihak mengira Dinh Bac sedang menjalani hukuman satu laga. Namun, AFC kemudian menjelaskan bahwa ketidakhadirannya pada pertandingan tersebut bukan karena skorsing, melainkan keputusan pemilihan pemain dari Kim Sang-sik. Pada periode itu, Dinh Bac masih tercatat di kelompok usia U-23, sehingga sanksinya belum berlaku untuk tim senior.
Bagi Kim Sang-sik, kabar ini memaksa staf pelatih segera mencari alternatif di sektor penyerangan. Kehilangan Dinh Bac pada dua laga pembuka berarti Vietnam harus melewati fase yang paling berat di grup tanpa salah satu opsi penting. Dalam persaingan Grup E yang juga dihuni Korea Selatan, UEA, dan Yaman, hasil dua pertandingan awal akan sangat menentukan peluang Vietnam untuk terus bersaing menuju fase berikutnya.
Dengan komposisi lawan seperti itu, kesiapan tim menjadi krusial. Vietnam bukan hanya perlu menjaga keseimbangan permainan, tetapi juga menemukan sosok yang mampu menutup peran Dinh Bac di depan. Keputusan AFC ini sekaligus memberi sinyal bahwa penyusunan skuad Kim Sang-sik menjelang Piala Asia 2027 masih harus menghadapi tantangan besar.







Discussion about this post