Wayne Rooney menolak gagasan agar gelar-gelar Premier League Manchester City dialihkan ke klub lain setelah tim itu dinyatakan bersalah atas 115 dakwaan pelanggaran finansial. Mantan kapten Manchester United tersebut menegaskan, dirinya tidak nyaman jika trofi musim lalu atau musim-musim sebelumnya diberikan belakangan lewat keputusan administratif, meski City terancam menerima sanksi berat. Rooney berbicara dari sudut pandang pemain yang pernah merasakan persaingan langsung dengan City, terutama pada musim 2011-12 ketika United finis di urutan kedua hanya karena selisih gol.
Dalam pernyataannya di podcast Stick to United, Rooney menyebut bahwa memegang medali juara lewat cara seperti itu tidak terasa pantas. Ia menilai, tim yang finis kedua tidak otomatis menjadi juara hanya karena klub lain kemudian terbukti melanggar aturan. Rooney juga mengaku bisa memahami kekecewaan para pemain City, sebab mereka menganggap telah meraih keberhasilan di lapangan pada musim yang bersangkutan. Ia bahkan membayangkan betapa terpukulnya dirinya jika medali yang dimilikinya bersama Manchester United tiba-tiba dicabut.
Rooney mengatakan, para pemain City sudah berjuang untuk memenangkan liga dan, dalam pandangan mereka, gelar itu memang telah diraih. Karena itu, ia tidak ingin menjadi penerima keuntungan dari keputusan yang mengubah hasil kompetisi setelah fakta. Sikapnya ini menjadi penyeimbang di tengah desakan sebagian pihak yang ingin sejarah Premier League ditulis ulang jika sanksi terhadap City berujung pada pencabutan gelar.
Kontroversi ini menguat setelah Premier League mengumumkan bahwa komisi independen menemukan Manchester City bersalah atas pelanggaran keuangan serius dalam rentang musim 2009-10 sampai 2017-18. Dalam temuan tersebut, komisi menyoroti dugaan skema pendanaan terselubung melalui Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), yang disebut membantu menyalurkan lebih dari £900 juta ke klub. Dana itu diduga dipakai untuk membuat pendapatan tampak lebih tinggi dan biaya terlihat lebih rendah dari kondisi sebenarnya.
Putusan itu juga menyebut adanya upaya terkoordinasi untuk menghambat penyelidikan selama empat tahun. Menurut rincian yang diungkap, tindakan tersebut berkaitan dengan cara mengakali aturan pengeluaran yang ditetapkan oleh Liga dan UEFA. Manchester City sendiri membantah seluruh tuduhan dan telah bersiap mengajukan banding, sehingga proses hukum belum selesai dan hasil akhirnya masih bisa berubah.
Meski menolak pencabutan gelar secara retrospektif, Rooney tetap mendukung hukuman olahraga yang keras jika pelanggaran terbukti. Ia mengusulkan agar klub dijatuhkan ke divisi terendah yang memungkinkan, lalu dibatasi pengeluarannya selama tiga atau empat musim berikutnya. Menurutnya, sanksi seperti itu lebih tepat dibanding memindahkan trofi kepada tim lain, karena yang utama adalah memberi konsekuensi nyata atas pelanggaran yang dinilai serius. Sidang terpisah untuk menentukan hukuman final diperkirakan akan menjadi sorotan besar sepak bola Inggris dalam beberapa bulan ke depan.
Sumber: www.goal.com










Discussion about this post