TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang memprakirakan fenomena kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan masih berpotensi bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Stasiun RHF Tanjungpinang Ahmad Kosasih menjelaskan bahwa sebaran asap tebal ini dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih masif di wilayah Kalimantan, lalu terbawa hembusan angin dari arah tenggara menuju wilayah Kepulauan Riau.
Peluang hujan di wilayah Tanjungpinang dan Bintan tergolong sangat rendah serta diprediksi hanya bersifat lokal berintensitas ringan, sehingga belum mampu meluruhkan partikel asap secara signifikan.
Menanggapi penurunan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok rentan, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Kepala Dinas Kominfo Teguh Susanto mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar rumah serta disiplin mengenakan masker pelindung pernapasan.
Peringatan dini bencana kabut asap lintas provinsi ini disampaikan guna meminimalisasi risiko gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi warga pesisir.
Kondisi cuaca kering yang minim curah hujan ini diproyeksikan dapat memperpanjang masa pemaparan kabut asap jika titik api karhutla di wilayah sumber belum padam sepenuhnya.
“Selama kondisi karhutla di Kalimantan masih terbakar cukup masif, arah angin akan tetap membawa dampak kabut asap menuju wilayah Kepri. Prediksi cuaca kita dalam tiga hari ke depan memang ada potensi hujan, tetapi sangat lokal dan berintensitas ringan sehingga belum cukup membantu meluruhkan asap. Di sisi lain, indeks kualitas udara saat ini sudah tidak sehat bagi kelompok sensitif seperti bayi, lansia, dan penderita penyakit kronis. Kami bersama Pemko Tanjungpinang sangat mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker saat bepergian.” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II RHF Tanjungpinang Ahmad Kosasih.
Kondisi kabut asap yang mulai mengganggu jarak pandang kendaraan roda dua memicu warga Tanjungpinang berharap adanya bantuan distribusi masker gratis dari pemerintah daerah.
BMKG dan Pemko Tanjungpinang terus memantau pergerakan sebaran asap secara intensif. (din)










Discussion about this post