BATAM, KLIKKEPRI.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengawal persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang.
Pembangunan sekolah program strategis nasional ini mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Berdiri di atas lahan HPL BP Batam seluas 18,5 hektare, sekolah terintegrasi ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga prasejahtera.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan program ini juga dirancang untuk membangun karakter bangsa dan membekali siswa dengan keterampilan agar siap menghadapi masa depan.
“Kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih penting untuk menyiapkan generasi muda yang unggul secara akademik, adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tengah kemajuan industri,” ujar Amsakar, Sabtu 1 Agustus 2026.
Saat ini proses pembangunan memasuki tahap pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis. BP Batam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan agar tidak ada hambatan.
Proses yang sedang berlangsung meliputi penyelesaian perizinan PKKPR, AMDAL, dan PBG. Sementara di lapangan, pekerjaan difokuskan pada pemagaran kawasan serta pengendalian dan pencegahan potensi banjir.
Sekolah ini mengusung konsep terintegrasi. Seluruh aktivitas pembelajaran dan pengembangan siswa akan berlangsung dalam satu kawasan yang saling terhubung. Selain ruang belajar representatif, sekolah juga akan dilengkapi sarana modern untuk menunjang pembelajaran, pembentukan karakter, pengembangan bakat, hingga peningkatan kompetensi.
“Sekolah Rakyat Merah Putih adalah investasi jangka panjang bagi Batam. Program ini membuka peluang bagi anak-anak dengan keterbatasan ekonomi untuk mendapat pendidikan berkualitas,” tambah Amsakar.
Ia menegaskan, BP Batam mengedepankan komunikasi humanis dengan masyarakat sekitar dan memastikan seluruh proses sesuai peraturan perundang-undangan.
Setelah perizinan selesai, pembangunan fisik akan dilaksanakan bertahap dengan target rampung pada 2028.
“Kami tidak ingin pembangunan dimulai sebelum aspek hukum dan teknis tuntas. Sekolah ini bukan hanya membangun gedung, tapi membangun masa depan generasi Batam,” pungkasnya.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan sekolah ini akan memberi kontribusi besar terhadap akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Selain mutu pendidikan dan fasilitas memadai, pendidikan vokasi menjadi bekal utama untuk meningkatkan daya saing di era teknologi.
“Pemerintah ingin anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapat pendidikan layak. Mereka harus punya bekal mumpuni menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Li Claudia.{ *}










Discussion about this post