BATAM, KLIKKEPRI.com — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menggandeng Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, untuk melakukan peletakan batu pertama secara simbolis dalam pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Negeri 13 Kota Batam.
Agenda strategis sektor pendidikan ini dipusatkan di Bengkong Pertiwi RW 13, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Senin (13/7/2026).
Acara bersejarah tersebut turut dihadiri oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batam, Camat Bengkong, serta tokoh masyarakat setempat yang menyambut antusias perluasan akses pendidikan vokasi di wilayah mereka.
Dalam orasi politik pembangunan kepemimpinannya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan mendorong lompatan transformasi sosial masyarakat secara masif.
“Pendidikan adalah jalan tercepat untuk melakukan transformasi kelas sosial menjadi lebih baik.
Kami ingin mempersiapkan SDM Batam dengan matang agar tidak ada lagi narasi kekalahan dari anak-anak negeri yang merasa hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.
Pemerintah harus hadir dan berpihak agar anak-anak kita mampu mengambil peran besar dalam pembangunan Batam dan Kepulauan Riau di masa depan,” tegas Amsakar Achmad, Senin (13/7/2026).
Amsakar menjelaskan, peningkatan mutu SDM merupakan prioritas mutlak di bawah nakhoda kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Komitmen ini dibuktikan lewat gelontoran jaring pengaman pendidikan, mulai dari penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP (negeri maupun swasta), hingga ekspansi program beasiswa.
Pemko Batam kini resmi meluncurkan dua skema beasiswa mutakhir, yaitu Beasiswa Anak Berprestasi untuk Keluarga Tidak Mampu dan Beasiswa Anak Berprestasi Hinterland.
Skema pembiayaan kuliah ini dijalankan lewat kerja sama taktis dengan deretan kampus elite seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Tidak hanya menyasar generasi muda, Amsakar juga membeberkan perhatian konkret Pemko Batam terhadap kesejahteraan lansia dengan menaikkan kuota penerima bantuan sosial dari 2.000 menjadi 4.000 orang, dengan nominal yang ditingkatkan menjadi Rp400 ribu per jiwa.
Terkait sengketa lahan yang kerap membayangi pembangunan di Batam, Amsakar meluruskan bahwa Pemko Batam bersama BP Batam sejak awal telah pasang badan mendukung penyediaan lahan yang diajukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Berkat koordinasi ketat dengan Direktorat Lahan BP Batam serta restu masyarakat lokal, penetapan lokasi sekolah akhirnya berhasil rampung tanpa kendala berarti demi menyiapkan peradaban masa depan Batam.(din)










Discussion about this post