Uang Bulanan Rp200 Juta Sarwendah Picu Perdebatan Publik
Perbincangan hangat tengah melingkupi dunia hiburan tanah air terkait isu uang bulanan senilai Rp200 juta yang diberikan oleh presenter Ruben Onsu kepada mantan istrinya, penyanyi Sarwendah. Nominal fantastis ini sontak memicu berbagai reaksi dan pandangan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga figur publik.
Isu ini semakin memanas setelah beredarnya potongan video yang memperlihatkan Sarwendah dengan nada ketus menyatakan bahwa ia tidak lagi membutuhkan uang dari Ruben Onsu. Ucapan ini kemudian menimbulkan spekulasi dan diskusi publik mengenai status hubungan keduanya serta pengelolaan keuangan pasca-perceraian.
Reaksi Figur Publik: Jelita Bahar dan Sheila Marcia
Menanggapi isu yang sedang ramai diperbincangkan ini, aktris Jelita Bahar dan penyanyi Sheila Marcia turut memberikan pandangan mereka saat menjadi bintang tamu dalam sebuah program bincang-bincang yang dipandu oleh Feni Rose.
Feni Rose membacakan salah satu komentar warganet yang menyentil isu uang bulanan Sarwendah. Komentar tersebut berbunyi, “Dear Mbak Sarwendah kalau misal suamiku ngasih nafkah Rp200 juta per bulan, dia menaruh handuk basah di kasur yang aku omelin anduknya.”
Menanggapi hal ini, Jelita Bahar mengungkapkan pandangannya yang cenderung santai. Ia menyatakan bahwa jika dirinya yang menerima nafkah sebesar Rp200 juta per bulan dari suami, ia akan bersikap lebih tenang dan berusaha memahami.
“Kalau aku dikasih Rp200 juta sebulan ya udah anteng aja sih. Anteng aja, maklumin aja,” ujar Jelita Bahar. Ia menambahkan bahwa dengan nominal sebesar itu, prioritasnya adalah memanjakan sang suami. “Ya Rp200 juta mah dimanjain aja lakinya,” lanjut putri pedangdut Annisa Bahar ini.
Namun, pandangan yang berbeda disampaikan oleh Sheila Marcia. Pelantun lagu “Malaikat Kecilku” ini menekankan bahwa perlakuan baik kepada pasangan tidak semata-mata bergantung pada besaran nafkah yang diterima.
“Kalau aku sih nggak tergantung duitnya sih maksudnya. Kalau misalnya itu mah bonus ya pasti juga ya senang juga (nafkah Rp200 juta) gitu cuma tapi kalau emang nggak ya udah,” kata Sheila. Sambil berseloroh, ia bahkan meminta suaminya, DJ Dmust Akira, untuk memberikannya nafkah sebesar Rp200 juta. “Yang coba dulu, coba,” ucapnya.
Klarifikasi dari Pihak Ruben Onsu
Kontroversi ini semakin dalam ketika kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan klarifikasi mengenai uang Rp200 juta yang diperbincangkan. Menurut Minola, uang tersebut sebenarnya adalah dana pemeliharaan dan pendidikan anak yang diberikan oleh Ruben kepada kedua anaknya yang tinggal bersama Sarwendah setelah perceraian mereka pada tahun 2024.
“Kalau kita lihat dari apa yang diperjanjikan itu, itu adalah uang pemeliharaan dan pendidikan anak,” jelas Minola Sebayang.
Pihak Ruben Onsu juga sempat memberikan sindiran terkait ucapan Sarwendah yang menyatakan tidak lagi membutuhkan uang dari mantan suaminya. Minola menyoroti bahwa meskipun Sarwendah menyatakan demikian, publik tidak mengetahui bahwa mantan istri Ruben tersebut masih menerima uang dalam jumlah yang signifikan setiap bulannya.
“Kita kan nggak perlu menyampaikan sesuatu yang kita anggap itu tidak perlu ke publik ya, karena kita bilang tidak perlu, tidak butuh lagi.”
“Tapi itu semuanya setelah kita sampaikan bahwa ternyata yang tidak diketahui oleh publik meskipun sudah menjadi seorang mantan S (Sarwendah) itu masih tiap bulan meminta nilai yang sangat fantastis ya.”
“Kalau pun misalnya menurut dia itu tidak fantastis tapi saya percaya mayoritas masyarakat Indonesia akan menilai Rp200 juta sebulan itu sesuatu hal yang fantastis,” urainya.
Minola Sebayang menilai ucapan Sarwendah yang mengaku tidak membutuhkan uang tersebut kurang pantas, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.
“Jadi kalau misalnya kemudian sekarang dia baru mengatakan itu tidak berarti kan sudah terlambat dan sangat tidak etis ya. Apalagi di tengah-tengah kondisi banyak masyarakat kita yang sangat prihatin saat ini,” pungkasnya.
Pernyataan dari kuasa hukum Ruben Onsu ini memberikan perspektif baru mengenai duduk perkara uang bulanan Rp200 juta tersebut, yang ternyata memiliki konteks terkait hak dan kewajiban terhadap anak-anak mereka pasca-perceraian. Namun, kontroversi ini tampaknya masih akan terus bergulir di ruang publik, memicu berbagai tanggapan dan analisis lebih lanjut.










Discussion about this post