Rupiah Melemah, Peluang Emas Bagi PT Intra GolfLink Resorts Tbk untuk Berkembang
PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) menyambut baik pelemahan nilai tukar rupiah yang dipandang sebagai katalisator potensial untuk mendorong pertumbuhan bisnisnya di tahun mendatang. Perusahaan yang memiliki portofolio kuat dalam pengembangan pariwisata golf dan properti ini menargetkan pertumbuhan pendapatan yang ambisius hingga 10% sepanjang tahun 2026.
Rave Arvense, Investor Relations PT Intra GolfLink Resorts Tbk, menjelaskan bahwa depresiasi rupiah tidak selalu membawa dampak negatif bagi perusahaan. Khususnya bagi GOLF yang memiliki keterlibatan signifikan dalam sektor pariwisata di Bali, pelemahan mata uang lokal justru dapat meningkatkan daya tarik destinasi tersebut bagi wisatawan maupun investor asing.
“Ketika rupiah melemah, Bali menjadi destinasi yang lebih terjangkau bagi para wisatawan mancanegara untuk bertransaksi. Hal ini membuka sisi positif yang dapat dimanfaatkan dari situasi ekonomi saat ini. Kami optimis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan dobel digit hingga 10% pada tahun 2026,” ujar Rave dalam sebuah kesempatan usai acara Public Expose di Jakarta pada Selasa, Juni 2026.
Prospek Cerah Industri Wisata Golf dan Pengembangan Strategis
Menurut Rave, prospek industri wisata golf di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Potensi pasar tidak hanya terbatas pada pegolf profesional, tetapi juga mencakup wisatawan rekreasi, peserta turnamen internasional, hingga para pelaku perjalanan bisnis. Luasnya segmen pasar ini memberikan landasan yang kuat bagi GOLF untuk terus berekspansi.
Untuk mendukung target pertumbuhan tersebut, GOLF tetap berkomitmen untuk melanjutkan ekspansi, namun dengan pendekatan yang selektif. Perusahaan menegaskan bahwa penambahan cadangan lahan (land bank) akan dilakukan secara cermat dan berdasarkan kebutuhan spesifik proyek tertentu, bukan melalui ekspansi yang agresif dan tanpa perhitungan matang.
Sejalan dengan strategi ini, GOLF telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 300 miliar untuk tahun berjalan. Salah satu proyek unggulan yang sedang dalam tahap pengembangan adalah hotel premium Banyan Tree yang berlokasi di kawasan New Kuta Golf, Bali.
Proyek Unggulan: Banyan Tree Bali dan Sequoia Hills Sentul
Proyek Banyan Tree Bali ini akan dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare dan dirancang untuk menyediakan 70 unit vila eksklusif. Setiap unit vila akan memiliki luas rata-rata sekitar 200 meter persegi, menawarkan pengalaman menginap yang mewah dan privasi bagi para tamu. Proyek ini secara khusus ditujukan untuk menyasar segmen wisatawan kelas atas yang mendambakan kemewahan akomodasi dengan akses langsung ke fasilitas lapangan golf kelas dunia.
Manajemen GOLF menargetkan peluncuran proyek Banyan Tree ini pada kuartal keempat tahun 2027. Kehadiran hotel ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi New Kuta Golf sebagai destinasi golf tourism premium terkemuka di Bali, menarik lebih banyak pengunjung internasional dan domestik.
Selain berfokus pada sektor pariwisata dan perhotelan, GOLF juga secara agresif mempercepat pengembangan proyek hunian premiumnya, yaitu Sequoia Hills, yang berlokasi di Sentul, Jawa Barat. Kawasan seluas 76 hektare ini dirancang sebagai township modern yang komprehensif, terdiri dari 14 klaster hunian yang berbeda. Hingga saat ini, empat klaster di Sequoia Hills telah berhasil dipasarkan dan mendapat respons positif dari pasar.
Dengan pengembangan yang terintegrasi di sektor pariwisata, perhotelan, dan properti residensial, GOLF berambisi untuk menangkap peluang pertumbuhan yang signifikan dari meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis golf, serta kebutuhan akan hunian premium yang berkualitas.
Kinerja Keuangan Kuartal I 2026: Pertumbuhan Stabil
Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026, PT Intra GolfLink Resorts Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 28,82 miliar. Angka ini menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 28,45 miliar.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,59 miliar pada kuartal I 2026. Realisasi ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 20,6%, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 1,32 miliar.
Segmen golf tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi perusahaan, dengan nilai mencapai Rp 22,74 miliar. Manajemen GOLF menilai bahwa pertumbuhan segmen ini didorong oleh meningkatnya daya tarik lapangan golf yang dimiliki perusahaan, seiring dengan penambahan berbagai fasilitas pendukung yang terus ditingkatkan.
Perusahaan juga secara aktif berupaya untuk menjaga pertumbuhan jumlah rounds di New Kuta Golf Bali dan Palm Hill Golf Sentul. Upaya ini penting untuk memastikan keberlanjutan sumber pendapatan berulang (recurring revenue) bagi perseroan.
Sementara itu, segmen restoran membukukan pendapatan sebesar Rp 4,06 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,50 miliar. Segmen lainnya berhasil menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 2,03 miliar, menunjukkan peningkatan sebesar 10,8% secara tahunan dari Rp 1,83 miliar pada tahun sebelumnya.
Untuk segmen properti, GOLF menargetkan pencapaian marketing sales sekitar Rp 200 miliar dari klaster kedua proyek The Links Golf Villa Bali sepanjang tahun ini. Target ini menunjukkan optimisme perusahaan terhadap potensi pasar properti yang masih kuat, terutama di destinasi wisata premium.










Discussion about this post