Perombakan Pimpinan BGN: Dadan Hindayana Beri Pernyataan Usai Dicopot, Nanik S Deyang Ditunjuk
Jakarta – Perombakan posisi strategis di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai perhatian publik. Dadan Hindayana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN, akhirnya angkat bicara setelah posisinya digantikan oleh Nanik S Deyang. Keputusan ini merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto, yang diyakini memiliki pertimbangan matang demi kelancaran pemerintahan.
Dadan Hindayana menyatakan penerimaannya atas keputusan tersebut dengan lapang dada. Ia menegaskan bahwa pergantian dalam jajaran kabinet adalah kewenangan penuh Presiden. Menurut Dadan, Presiden memiliki pemahaman mendalam mengenai siapa individu yang paling tepat untuk mengemban amanah dan melaksanakan berbagai program kerja yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
“Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” ujar Dadan saat dikonfirmasi pada Rabu, Juni 2026. Pernyataannya ini menunjukkan sikap legowo dan profesional dalam menghadapi perubahan struktural.
Lebih lanjut, Dadan Hindayana menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang pernah diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih. Ia mengakui bahwa pengalaman tersebut merupakan sebuah anugerah yang sebelumnya tidak pernah terlintas dalam benaknya. Momen-momen tersebut menjadi catatan berharga dalam perjalanan kariernya.
Selain itu, Dadan tak lupa mendoakan kesuksesan bagi Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin Indonesia. Ia berharap agar kepemimpinan Presiden Prabowo dapat membawa kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Doa dan dukungan ini mencerminkan komitmennya terhadap kemajuan bangsa, terlepas dari posisinya saat ini.
Dadan juga secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan BGN yang baru. Ia berharap agar kepemimpinan baru ini dapat melanjutkan dan bahkan meningkatkan kualitas program andalan, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan salah satu pilar penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan.
“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Insyaallah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat untuk seluruh penerima manfaat,” harapnya. Ucapan ini menjadi penutup dari pernyataan Dadan, menunjukkan dukungan berkelanjutan terhadap program pemerintah.
Struktur Kepemimpinan Baru BGN
Sebelumnya, pemerintah memang melakukan perombakan signifikan dalam struktur kepemimpinan BGN. Selain Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung juga turut dicopot dari jabatan mereka. Perubahan ini dilakukan untuk penyegaran dan penyesuaian strategis dalam menghadapi tantangan yang ada.
Posisi puncak BGN kini dipercayakan kepada Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN. Sementara itu, untuk memperkuat tim, jabatan Wakil Kepala BGN diisi oleh dua sosok baru, yaitu Trenggono dan Agustina Arumsari. Penunjukan ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dan energi segar dalam pengelolaan BGN.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan jaminan bahwa pergantian pucuk pimpinan ini tidak akan berdampak negatif pada kelancaran pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan program-program strategis tetap berjalan optimal.
“Pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lingkungan BGN agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan berkualitas,” ujar Prasetyo Hadi. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang terus-menerus dilakukan oleh pemerintah.
Evaluasi berkala menjadi kunci agar program-program yang dijalankan senantiasa relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak yang maksimal. Dengan adanya perombakan ini, diharapkan BGN dapat semakin efektif dalam mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Keputusan pergantian ini merupakan bagian dari dinamika birokrasi yang lazim terjadi dalam sebuah pemerintahan. Fokus utama tetap pada bagaimana setiap elemen pemerintahan dapat bekerja sama secara sinergis untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional, terutama dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui program-program gizi yang terarah.










Discussion about this post