Insiden Tak Terduga di Kampus PNJ: Aksi Mesra Sesama Jenis di Perpustakaan Picu Kegaduhan
Sebuah insiden yang menggemparkan jagat maya dan civitas akademika Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) baru-baru ini menjadi sorotan publik. Kabar mengenai dua mahasiswa PNJ yang terlibat dalam aksi mesra sesama jenis di area kampus menyebar dengan cepat, memicu berbagai reaksi dan diskusi. Kejadian ini, yang terungkap pada Selasa, Juni 2026, menyoroti isu sensitif yang berkembang di lingkungan pendidikan tinggi.
PNJ sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi terkemuka yang berlokasi strategis di dalam kawasan Universitas Indonesia (UI), tepatnya di Jalan Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Kampus ini membanggakan diri dengan tujuh jurusan yang memiliki total sekitar 34 hingga 36 program studi, menawarkan jenjang pendidikan Diploma III (A.Md.) dan Sarjana Terapan (S.Tr.).
Kronologi Lengkap Kejadian yang Menghebohkan
Peristiwa yang menjadi viral ini bermula pada siang hari di area perpustakaan PNJ. Seorang mahasiswa PNJ dilaporkan sedang berada di perpustakaan ketika seorang pria yang bukan merupakan bagian dari civitas akademika PNJ datang menghampirinya. Pertemuan kedua individu ini terjadi di selasar perpustakaan.
Dalam suasana yang seharusnya tenang untuk belajar, keduanya justru terlihat terlibat dalam percakapan yang intim, bahkan hingga melakukan tindakan mesra. Aksi tak terduga ini tidak luput dari perhatian mahasiswa PNJ lainnya yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Merasa terkejut dan mungkin prihatin, beberapa mahasiswa kemudian merekam adegan tersebut menggunakan gawai mereka. Video rekaman inilah yang kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial, menciptakan kehebohan.
Tidak lama setelah adegan tersebut terekam dan tersebar, aksi menyimpang ini dilaporkan kepada pihak kampus. Berdasarkan informasi yang beredar, petugas keamanan PNJ berhasil mengamankan kedua individu tersebut sekitar pukul 13.30 WIB. Pasangan sesama jenis ini kemudian digelandang oleh satpam menuju Gedung Alat Berat.
Berita mengenai penangkapan mahasiswa PNJ yang terlibat dalam aksi sesama jenis ini sontak menarik perhatian mahasiswa lainnya. Sekitar pukul 15.00 WIB, area Gedung Alat Berat mulai dipadati oleh mahasiswa yang penasaran dengan perkembangan situasi. Mengingat potensi memanasnya suasana dan untuk menjaga ketertiban, pihak kampus memutuskan untuk memindahkan kedua individu tersebut ke kantor sekuriti.
Selanjutnya, dalam upaya penanganan yang lebih terstruktur, pihak kampus membawa pasangan tersebut ke Taman Olahraga Kampus PNJ. Di lokasi ini, sebuah pertemuan penting digelar. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa bersama dengan Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Negeri Jakarta, Iwan Susanto, mengadakan semacam sidang terbuka untuk membahas kasus ini.
Identitas dan Latar Belakang Terlibat
Sejumlah laporan dari berbagai media massa mengidentifikasi salah satu mahasiswa PNJ yang terlibat dalam insiden ini dengan inisial AZ atau ARM. AZ tercatat sebagai mahasiswa di Program Studi Administrasi Niaga. Usianya baru menginjak 19 tahun dan saat ini tengah menempuh semester kedua perkuliahannya.
Sementara itu, pasangan sesama jenis AZ berinisial AW. Berbeda dengan AZ, AW bukanlah mahasiswa PNJ. Ia diketahui datang dari luar lingkungan kampus.
Perkenalan Singkat yang Berujung Kontroversi
Fakta menarik terungkap dari video yang beredar, yaitu bahwa AZ dan AW baru saling mengenal sekitar satu setengah bulan sebelum kejadian. Perkenalan mereka berawal dari platform media sosial Twitter atau yang kini dikenal sebagai X. Setelah menjalin komunikasi awal, hubungan keduanya berkembang menjadi intens.
Puncaknya, pada tanggal Juni 2026, AW memutuskan untuk mengunjungi kampus PNJ tempat AZ menempuh pendidikan. Pertemuan mereka terjadi di selasar perpustakaan, seperti yang telah dijelaskan dalam kronologi. Diduga karena adanya ketertarikan timbal balik, keduanya kemudian terlibat dalam aksi mesra yang akhirnya dipergoki oleh mahasiswa lain.
Menanggapi situasi ini, Wakil Direktur Bidang Akademik PNJ, Iwan Susanto, menegaskan bahwa pihak kampus akan melaporkan kasus ini kepada pimpinan universitas. Keputusan mengenai sanksi yang akan diberikan akan ditentukan berdasarkan regulasi yang berlaku di PNJ. Beliau juga secara terbuka mengajak seluruh mahasiswa untuk turut serta mengawal proses penanganan kasus ini secara bersama-sama. Insiden ini tentu menjadi catatan penting bagi PNJ dalam menghadapi kompleksitas isu sosial yang mungkin muncul di lingkungan kampus.










Discussion about this post