klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Ekonomi

Rupiah Tertekan, Solusi Habibie Terkait Prabowo?

Redaksi by Redaksi
26 Mei 2026 - 13:28
Reading Time: 3 mins read
0
Rupiah Tertekan, Solusi Habibie Terkait Prabowo?

Perbandingan Kenaikan Rupiah di Masa Prabowo dan Habibie

Pergerakan rupiah yang berada di kisaran Rp17.660–Rp17.617 per dolar Amerika Serikat (AS) pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memicu kembali perbandingan dengan masa pemulihan ekonomi era Presiden ke-3 Republik Indonesia, B. J. Habibie.

Namun, menurut Dosen Departemen Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, strategi yang digunakan pada masa Habibie tidak bisa langsung diterapkan dalam kondisi saat ini. Ia menjelaskan bahwa perubahan nilai tukar rupiah pada masa itu bukan hanya disebabkan oleh intervensi teknis di pasar valuta asing. Pada saat itu, rupiah telah mengalami penurunan yang sangat dalam akibat berbagai faktor seperti kepanikan politik, krisis perbankan, utang valas korporasi yang tinggi, inflasi, hingga hilangnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Syafruddin menilai bahwa pembalikan rupiah pada masa Habibie terjadi karena adanya perubahan psikologi pasar. Ketika Habibie membuka ruang demokratisasi, mempercepat reformasi politik, menjaga hubungan dengan lembaga internasional, melanjutkan pemulihan ekonomi, dan memperkuat restrukturisasi perbankan, pasar membaca satu sinyal penting yakni negara masih bekerja.

Faktor Utama dalam Stabilisasi Rupiah

Menurut Syafruddin, perubahan psikologi pasar menjadi faktor utama yang membuat rupiah mampu menguat cepat setelah mengalami tekanan berat pada 1998. Pelajaran terpenting terletak pada kemampuan membalik ekspektasi. Habibie pada saat itu berhasil mengubah pasar dari panik menjadi percaya, dari takut menjadi menunggu, dari keluar menjadi kembali masuk.

Pasar tidak hanya membaca neraca pembayaran dan cadangan devisa, tetapi juga membaca arah politik, konsistensi kebijakan, kredibilitas lembaga, dan kemampuan pemerintah menjaga ketertiban ekonomi. Karena itu, kepercayaan menjadi instrumen stabilisasi yang sangat kuat.

Kondisi Ekonomi Saat Ini Berbeda

Syafruddin menilai bahwa kondisi Indonesia saat ini jauh berbeda dibanding krisis 1998. Ia menyoroti fondasi ekonomi domestik yang masih relatif kuat. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Bahkan, konsumsi rumah tangga meningkat 5,52 persen secara tahunan dengan PDB harga konstan mencapai Rp3.447,683 triliun.

Selain itu, inflasi tahunan berada di sekitar 2,42 persen dengan inflasi inti 2,44 persen. Neraca perdagangan masih surplus USD3,32 miliar dan cadangan devisa mencapai sekitar USD146,2 miliar. “Fondasi ini jauh lebih kuat dibandingkan fondasi ekonomi pada masa krisis 1998,” ujarnya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Sinyal Tekanan Pasar dan Tantangan Ekspor

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan sinyal tekanan dari pasar. Selain rupiah yang masih melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun sekitar 1,3–1,5 persen, Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun naik ke level sekitar 6,887 persen, serta CDS Indonesia lima tahun berada di kisaran 89,796–92,788 basis poin.

“Krisis 1998 tidak sepenuhnya sama dengan situasi saat ini. Pasar tidak mengalami panik seperti 1998, tetapi investor meminta premi risiko lebih tinggi. Pasar sedang menguji kredibilitas kebijakan,” tegas Syafruddin.

Tekanan terhadap rupiah semakin terasa ketika kinerja ekspor mulai melambat. Pertumbuhan ekspor barang dan jasa turun dari 10,78 persen secara tahunan pada Kuartal II-2025 menjadi hanya 0,79 persen pada Kuartal I-2026. Bahkan, ekspor April tercatat terkontraksi 3,1 persen secara tahunan, sedangkan impor masih tumbuh 1,51 persen.

Langkah yang Perlu Dilakukan Pemerintah

Karena itu, Syafruddin menilai pemerintah tidak perlu menjanjikan penguatan rupiah hingga kembali ke level Rp6.000 per dolar AS. Menurut dia, janji seperti itu justru berpotensi merusak kredibilitas kebijakan.

Sebaliknya, pemerintah diminta mengejar “efek Habibie” dalam bentuk modern melalui disiplin kebijakan dan penguatan kepercayaan pasar. Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas rupiah melalui kombinasi suku bunga, intervensi valas terukur, domestic non-deliverable forward (DNDF), serta komunikasi kebijakan yang konsisten.

“Kenaikan BI Rate dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen memberi sinyal bahwa otoritas moneter serius menjaga nilai tukar dan ekspektasi inflasi,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal dan kualitas belanja negara. Kementerian Keuangan diminta menjaga APBN untuk memperkuat devisa hasil ekspor, mengendalikan subsidi energi secara kredibel, serta mempercepat belanja produktif.

Kepercayaan Pasar dan Kebijakan yang Konsisten

Menurut Syafruddin, kepercayaan pasar tidak lahir dari slogan ataupun janji kurs tertentu. Kepercayaan hanya muncul ketika pemerintah mampu menunjukkan bahwa risiko ekonomi ditangani sebelum berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

“Efek Habibie hari ini berarti pemerintah mampu menunjukkan negara bekerja secara tertib, terbuka, dan konsisten. Pasar akan percaya jika melihat disiplin fiskal, koordinasi moneter-fiskal, penguatan ekspor, kepastian hukum, dan komunikasi kebijakan yang jernih,” tutur Syafruddin.

“Rupiah dapat stabil dan menguat bertahap jika pemerintah membuktikan arah kebijakan dengan tindakan. Kepercayaan tidak lahir dari slogan. Kepercayaan lahir ketika pasar melihat risiko ditangani sebelum berubah menjadi krisis,” papar dia.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Daftar Harga Emas Perhiasan 8 Oktober 2026: 24 Karat di Lakuemas Rp2,135 Juta per Gram
Ekonomi

Daftar Harga Emas Perhiasan 8 Oktober 2026: 24 Karat di Lakuemas Rp2,135 Juta per Gram

8 Oktober 2026 - 10:55
RUU Ketenagakerjaan Baru Perketat PHK dan Siapkan Dana Cadangan Pesangon
Ekonomi

RUU Ketenagakerjaan Baru Perketat PHK dan Siapkan Dana Cadangan Pesangon

7 Oktober 2026 - 22:55
Airlangga Minta Usulan Jam Kerja 45 Jam Mengacu pada Aturan Perlindungan Pekerja
Ekonomi

Airlangga Minta Usulan Jam Kerja 45 Jam Mengacu pada Aturan Perlindungan Pekerja

7 Oktober 2026 - 18:55
Menperin Minta Aturan Impor Tak Abaikan Daya Tahan Industri Dalam Negeri
Ekonomi

Menperin Minta Aturan Impor Tak Abaikan Daya Tahan Industri Dalam Negeri

6 Oktober 2026 - 20:55
Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh, tetapi Tanda Perlambatan Mulai Muncul
Ekonomi

Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh, tetapi Tanda Perlambatan Mulai Muncul

6 Oktober 2026 - 14:55
Penjualan SBR015 Tembus Rp 2,3 Triliun, Tenor 2 Tahun Masih Jadi Favorit
Ekonomi

Penjualan SBR015 Tembus Rp 2,3 Triliun, Tenor 2 Tahun Masih Jadi Favorit

5 Oktober 2026 - 22:55
Next Post
Ramalan Zodiak Aries, 25 Mei 2026: Energi Positif dan Keseimbangan Keberanian serta Kesabaran

Ramalan Zodiak Aries, 25 Mei 2026: Energi Positif dan Keseimbangan Keberanian serta Kesabaran

Batam Gaspol Jadi Hub AI Regional, Investasi USD 5 Miliar Ditandatangani

Batam Gaspol Jadi Hub AI Regional, Investasi USD 5 Miliar Ditandatangani

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com