TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus menjaga daya beli masyarakat lewat rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kantor Wali Kota, Rabu (13/5/2026).
Rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Raja Ariza bersama Sekda Zulhidayat itu membahas perkembangan inflasi April 2026.
Berdasarkan data BPS, inflasi bulanan Kota Tanjungpinang tercatat 0,38 persen, lebih rendah dari provinsi 0,43 persen tapi sedikit di atas nasional 0,13 persen.
Sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan 2,21 persen.
Di sisi lain, sejumlah kelompok seperti pakaian dan alas kaki, perawatan pribadi, serta komunikasi mengalami deflasi sehingga membantu menjaga stabilitas harga.
“Meski inflasi tahunan masih terkendali di 3,25 persen, kita harus tetap waspada, terutama di sektor transportasi dan harga pangan pokok,” tegas Raja Ariza.
Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat pengawasan distribusi barang pokok, memastikan pasokan tersedia, serta memperbanyak operasi pasar dan pemantauan harga rutin.
Bank Indonesia dalam rapat itu juga memaparkan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Langkah ini akan dijalankan lewat pasar murah, kerja sama antar daerah, dan optimalisasi peran BUMD.
Melalui rakor ini, Pemko Tanjungpinang menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli warga lewat sinergi lintas sektor. (din)










Discussion about this post