klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

AS Kumpulkan 40 Negara: Bahas Jalur Pelayaran Minyak Selat Hormuz

Redaksi by Redaksi
4 April 2026 - 23:02
Reading Time: 3 mins read
0
AS Kumpulkan 40 Negara: Bahas Jalur Pelayaran Minyak Selat Hormuz

Inisiatif Inggris untuk Membuka Kembali Selat Hormuz

Inggris mengambil inisiatif besar dengan mengumpulkan 40 negara untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz, yang kini menjadi jalur pelayaran minyak vital yang terganggu akibat konflik regional. Pertemuan ini dilakukan tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS), sekutu tradisional yang selama ini dominan dalam isu keamanan global. Ini menandai pergeseran dinamika geopolitik yang signifikan.

Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi utama dunia, di mana sekitar 20 persen pasokan minyak global melintas setiap harinya. Namun, situasi semakin kompleks karena meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat. Langkah-langkah yang diambil oleh Iran, seperti pembajakan rute pelayaran internasional, telah memicu ancaman terhadap stabilitas ekonomi global.

Pertemuan ini secara khusus membahas upaya membuka kembali jalur pelayaran minyak yang tersendat akibat konflik antara AS-Israel melawan Iran. Dengan menteri luar negeri masing-masing negara, pertemuan tersebut digelar secara virtual pada Kamis (2/4/2026). Tujuan utamanya adalah mencari solusi non-militer dan diplomasi untuk memastikan keamanan perlintasan minyak dunia.

Menekankan Solusi Diplomatis

Menjelang pertemuan, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menyatakan bahwa pemblokadean Selat Hormuz dianggap sebagai langkah ceroboh. Penutupan jalur pelayaran vital itu dinilai berdampak pada stabilitas ekonomi global. “Kita telah melihat Iran membajak rute pelayaran internasional untuk menyandera ekonomi global,” ucap Cooper dalam pembukaan yang disiarkan media sebelum pertemuan berlanjut secara tertutup.

Sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, hampir seluruh aktivitas di Selat Hormuz terhenti akibat serangan balasan Iran terhadap kapal-kapal komersial serta ancaman serangan lanjutan. Kondisi ini memicu lonjakan tajam harga minyak mentah dan berdampak luas di pasar global. Untuk itu, negara-negara peserta sepakat menandatangani pernyataan yang mendesak Iran menghentikan pemblokadean selat.

Koalisi Masih Tahap Awal

Sementara itu, diplomat Eropa mengatakan bahwa pembentukan koalisi ini masih berada di tahap awal. Inggris dan Perancis diketahui memimpin. Pertemuan ini dilaporkan membahas negara mana saja yang siap berpartisipasi dalam koalisi serta opsi diplomatik dan ekonomi untuk mendorong Iran membuka Selat Hormuz.

Sebagaimana dilansir dari London South East, Kamis, koalisi ini berakhir tanpa kesepakatan spesifik. Namun, salah satu pejabat mengatakan bahwa ada kesepakatan umum bahwa Iran tidak boleh diperbolehkan membelakukan biaya transit pada kapal di jalur pelayaran itu. Ia menyebut, semua negara harus dapat menggunakan Selat Hormuz secara bebas.

Tidak Melalui Jalur Militer

Perdana Menteri Inggris Challands menyatakan secara eksplisit bahwa solusi yang diinginkan bukan lewat jalur militer. Upaya membuka selat dengan kekuatan militer tampaknya tidak menjadi pilihan, lantaran Iran dapat menargetkan kapal dengan rudal anti-kapal, pesawat nirawak (drone), kapal cepat, dan ranjau. “Keir Starmer (Perdana Menteri Inggris) tidak tertarik untuk terlibat dalam perang ini. Sebagian besar negara yang berkumpul tidak tertarik terlibat dalam perang,” kata Challands.

Pertemuan ini akan ditindaklanjuti minggu depan. Challands menyebut perencana militer dari Kementerian Pertahanan Inggris akan bertemu kembali dengan beberapa pihak untuk membahas cara memastikan keamanan pelayaran setelah perang berakhir.

Fokus pada Aktivitas Diplomatis

Sementara itu, sebelumnya Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengamini bahwa pemulihan pelayaran tidak akan mudah. Front persatuan dari kekuatan militer dan aktivitas diplomatik disebut-sebut dibutuhkan di samping kemitraan dengan industri maritim.

Nada yang sama juga datang dari Presiden Perancis Emmanuel Macron. Pada Kamis, ia mengatakan bahwa meluncurkan operasi militer untuk memaksa pembukaan selat adalah hal yang tidak layak. “Ini tidak pernah menjadi opsi yang kami dukung karena tidak realistis,” ujarnya.

Negara-Negara yang Terlibat

Negara-negara yang berpartisipasi dalam pertemuan ini antara lain Perancis, Jerman, Italia, Kanada, Jepang, dan Uni Emirat Arab. Laporan Al Jazeera di London juga menunjukkan bahwa koalisi ini turut melibatkan negara-negara Skandinavia, negara-negara Baltik, Bahrain, Panama, dan Nigeria.

Sementara itu, pemberitaan ini juga menulis bahwa AS tak masuk pertemuan menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan bahwa mengamankan jalur air bukanlah tugas negaranya. Trump meremehkan sekutu-sekutu Eropa AS karena enggan mendukung perang. Terbaru, ia juga memberikan ancaman untuk menarik AS keluar dari North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Pertemuan ini dipandang sebagai sinyal kepada pemerintahan Donald Trump bahwa Eropa mulai menata langkah untuk mengamankan negaranya, seiring ancaman Presiden AS yang akan meninggalkan NATO.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang
Internasional

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang

18 Oktober 2026 - 14:47
Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Next Post
Duta Besar Iran Bocorkan Alasan Bertemu Megawati, JK, dan Jokowi

Duta Besar Iran Bocorkan Alasan Bertemu Megawati, JK, dan Jokowi

Siswa SMK Kudus Tolak MBG, Minta Anggaran Dihalangi untuk Gaji Guru

Siswa SMK Kudus Tolak MBG, Minta Anggaran Dihalangi untuk Gaji Guru

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com