klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Local

Air Mata Siti, Istri Sopir Bus ALS, Tak Percaya Suami Tewas Saat Istirahat

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 23:29
Reading Time: 3 mins read
0
Air Mata Siti, Istri Sopir Bus ALS, Tak Percaya Suami Tewas Saat Istirahat

Kehilangan Mendalam Akibat Tragedi Kecelakaan Bus ALS

Tangis Siti, istri dari Zulpan Effendi alias Maleh (40), menggambarkan rasa kehilangan yang mendalam setelah suaminya menjadi korban tewas dalam kecelakaan tragis. Ia masih sulit percaya bahwa suaminya meninggal dalam kejadian maut tersebut.

Zulpan Effendi, seorang sopir serep bus ALS asal Medan, telah bekerja selama lebih dari dua puluh tahun. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang terbiasa membawa penumpang dari rute Medan ke Jawa Tengah. Selain itu, ia meninggalkan dua anak, seorang laki-laki dan perempuan, yang kini harus hidup tanpa ayahnya.

Kabar duka ini menyebabkan kekacauan di hati keluarga, terutama bagi Siti yang sempat tidak percaya bahwa suaminya menjadi salah satu korban. Saat menerima kabar kecelakaan tersebut, Siti sedang mencuci piring di rumahnya. Pada malam hari, ia mendapat telepon dari temannya yang memberitahu bahwa bus ALS yang mengalami kecelakaan adalah armada yang biasa dikemudikan oleh Zulpan.

“Terus kubilang, bukan itu, karena suamiku pulang ke rumah malam ini,” ujar Siti dengan suara bergetar. Namun, setelah menyalakan ponselnya, pesan dukacita mulai datang dari keluarga, kerabat, dan rekan. Dari situlah Siti akhirnya yakin bahwa suaminya telah meninggal dunia.

Siti memilih untuk menunggu jenazah suaminya di kampung halamannya, Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, alih-alih pergi ke Palembang. Ia juga bertemu dengan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, yang hadir di loket bus PT ALS di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, pada Kamis (7/5/2026).

Kondisi Saat Kecelakaan

Amir Husin (34), adik ipar korban, mengaku terkejut saat menerima kabar duka pada Rabu malam sekira pukul 18.00 WIB. Pihak keluarga yang berdomisili di Lampung langsung bertolak ke Palembang setelah memastikan nomor polisi bus yang terlibat kecelakaan adalah armada yang biasa dibawa oleh Zulpan.

Awalnya mereka tidak percaya, namun setelah dicek nomor polisinya, ternyata benar itu mobil yang sering dibawa oleh almarhum. Amir menjelaskan bahwa satu mobil itu ada dua sopir yang gantian bawa. Berdasarkan informasi dari pihak manajemen PO ALS, Zulpan sedang beristirahat di dalam bus saat kejadian, sementara kemudi dipegang oleh rekan sopirnya.

Hingga saat ini, proses identifikasi jenazah Zulpan masih berlangsung. Pihak rumah sakit telah meminta sampel darah untuk uji DNA, namun prosedur tersebut harus dilakukan oleh saudara kandung korban. Saat ini, pihak keluarga masih menunggu saudara kandung almarhum yang sedang dalam perjalanan dari Kota Bogor.

Korban dan Proses Identifikasi

Zulpan Effendi merupakan satu dari belasan korban tewas dalam tabrakan hebat antara Bus ALS dan truk tangki minyak di Jalinsum Muratara pada Rabu (6/5) siang. Saat ini, tim DVI Polda Sumsel masih terus melakukan pemeriksaan medis dan pencocokan data post-mortem terhadap seluruh korban yang dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

Direktur Utama PT ALS, Chandra Lubis, memberikan koreksi terhadap angka korban kecelakaan maut yang menimpa salah satu armada busnya di Sumatra Selatan. Dalam konferensi pers di Medan pada Kamis (7/5/2026), Chandra mengungkapkan bahwa total orang yang berada di dalam bus saat kejadian mencapai 18 orang. Rincian terbaru menunjukkan sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Santunan dan Komitmen Perusahaan

Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatra Utara, Naswen Andenurdin, menegaskan bahwa seluruh korban kecelakaan bus ALS telah dijamin sesuai peraturan perundang-undangan. Setiap korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta yang diberikan kepada ahli waris yang sah. Bagi korban yang mengalami luka-luka, Jasa Raharja menanggung biaya perawatan dengan jumlah maksimal sebesar Rp20 juta.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Selain itu, terdapat pula santunan untuk cacat tetap dengan nilai maksimal Rp50 juta serta bantuan biaya pemakaman bagi korban yang tidak memiliki ahli waris. Naswen menyatakan bahwa proses pencairan santunan akan dilakukan segera setelah proses identifikasi korban di RS Bhayangkara Palembang selesai dilakukan oleh pihak berwenang.

Di sisi lain, PT ALS berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan operasional guna menjaga reputasi perusahaan sebagai legenda transportasi di Indonesia. Manajemen ALS juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara yang telah memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan pihak perusahaan.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti
Local

104 Ribu Keluarga di Batang Terima Bantuan Pangan, 3 Kecamatan Menanti

2 Juni 2026 - 20:49
Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam
Local

Pencarian Dramatis: Basarnas Selami Ponton Palangka Raya untuk Korban Tenggelam

2 Juni 2026 - 18:57
Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban
Local

Nanang Gasak Rokok Minimarket Brebes untuk Kambing Kurban

2 Juni 2026 - 18:50
Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah
Local

Sukabumi-Bocimi: Jakarta Tumpah Ruah, Cibadak Macet Parah

2 Juni 2026 - 18:04
Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal
Local

Mobil Berplat B Dipalak di Bandung, Dedi Mulyadi: Cari Kerja Halal

2 Juni 2026 - 17:51
Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata
Local

Prediksi Cuaca Bengkulu 1 Juni 2026: Langit Berawan Merata

2 Juni 2026 - 16:19
Next Post
Pengakuan Mantan Karyawan Ponpes Soal Kelakuan Kiai Ashari Terbongkar

Pengakuan Mantan Karyawan Ponpes Soal Kelakuan Kiai Ashari Terbongkar

Suzuki siapkan kendaraan baru lawan NMAX dan PCX di Indonesia, bekerja sama dengan pabrikan Tiongkok

Suzuki siapkan kendaraan baru lawan NMAX dan PCX di Indonesia, bekerja sama dengan pabrikan Tiongkok

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com