klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Tiongkok Buka Daftar Hitam Lawan Tekanan Washington

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 12:43
Reading Time: 3 mins read
0
Tiongkok Buka Daftar Hitam Lawan Tekanan Washington

Langkah China Menghadapi Sanksi Amerika Serikat



Pemerintah Tiongkok mulai mengambil langkah yang lebih terbuka dalam menghadapi sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap sektor energinya. Hal ini menandai peningkatan ketegangan dalam konflik ekonomi global yang semakin memanas.

Kementerian Perdagangan Tiongkok pada awal Mei mengambil keputusan untuk memblokir pembatasan Washington terhadap lima kilang minyak independen yang dituduh melakukan impor minyak dari Iran melalui jalur tidak resmi. Langkah ini dianggap sebagai titik balik penting, mengingat sebelumnya Beijing cenderung merespons tekanan Barat secara hati-hati dan tidak langsung.

Dari Tekanan Energi ke Konfrontasi Terbuka

Sanksi terhadap kilang-kilang Tiongkok tidak lepas dari konflik energi yang lebih luas antara Washington dan Teheran, khususnya terkait distribusi minyak di kawasan Teluk. Dalam situasi tersebut, Iran tetap mampu mempertahankan ekspor melalui jalur alternatif, termasuk penggunaan “armada bayangan” yang menghindari pengawasan Barat. Sebagian besar pasokan minyak ini mengalir ke pasar Tiongkok.

“Akibatnya, kita melihat upaya langsung dari Washington untuk menekan pembeli minyak Iran di Tiongkok agar mundur,” tulis analis asal Rusia Sergey Poletaev di Russia Today yang ditayangkan pada Rabu (6/5/2026). Tekanan tersebut mendorong perubahan strategi Beijing, dari pendekatan diplomatis menjadi lebih konfrontatif.

“Menghadapi kekurangan minyak yang parah, Tiongkok terpaksa terlibat dalam konflik yang lebih langsung dengan AS,” ujar Poletaev.

Aktifkan Hukum Anti-Sanksi

Tidak hanya memblokir sanksi, Beijing juga mulai mengaktifkan perangkat hukum domestik untuk melawan tekanan eksternal, termasuk undang-undang anti-sanksi yang memungkinkan pembatasan terhadap entitas asing. “Tiongkok telah mengaktifkan undang-undang anti-sanksi untuk melawan daftar hitam yang diberlakukan AS,” tulis Xinhua.

Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Tiongkok, dari menghindari konfrontasi menjadi lebih tegas dalam mempertahankan kepentingan ekonominya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Framing Beijing: Sanksi Sepihak Langgar Hukum Internasional

Media pemerintah Xinhua menegaskan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada prinsip kedaulatan ekonomi dan hukum internasional. Dalam berbagai laporannya, Xinhua menyebut sanksi sepihak sebagai tindakan yang melanggar norma global dan merusak stabilitas perdagangan internasional. Tiongkok juga menekankan bahwa tidak ada negara yang berhak memaksakan yurisdiksi ekstrateritorial terhadap pihak lain dalam hubungan dagang.

Konflik ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari dinamika yang lebih luas dalam perdagangan energi global, khususnya terkait minyak Iran yang menjadi titik panas rivalitas antara Washington dan Beijing.

Di tengah tekanan pasokan global, Tiongkok tetap menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran meski menghadapi ancaman sanksi. Langkah Beijing dinilai berpotensi mempercepat terbentuknya sistem perdagangan energi alternatif di luar dominasi Barat, termasuk penggunaan mekanisme pembayaran non-dolar.

Sanksi AS Kian Tak Efektif

Langkah Tiongkok melawan sanksi Amerika Serikat menunjukkan satu perubahan penting dalam lanskap global: instrumen tekanan ekonomi yang selama ini menjadi andalan Washington mulai kehilangan daya gigitnya. Selama beberapa dekade, sanksi ekonomi AS dikenal sebagai alat paling efektif untuk melumpuhkan negara lawan, dari Iran hingga Rusia. Namun, dinamika terbaru memperlihatkan bahwa efektivitas tersebut mulai terkikis.

Tiongkok kini tidak lagi sekadar menghindari tekanan, tetapi secara terbuka menolak dan melawannya. Keputusan Beijing memblokir sanksi terhadap kilang minyak domestik menjadi sinyal bahwa negara-negara besar mulai berani keluar dari bayang-bayang dominasi ekonomi Amerika. Di sisi lain, Rusia tetap mampu bertahan di tengah gelombang sanksi Barat. Meski mengalami tekanan, Moskow masih menjaga aliran ekspor energinya, terutama ke Asia. Bahkan, hubungan energi dengan Tiongkok justru menguat dan menjadi penopang utama ekonomi Rusia.

Sementara itu, Iran juga menunjukkan ketahanan serupa. Meski menghadapi tekanan berat dari sanksi dan pembatasan militer, ekspor minyaknya tidak sepenuhnya berhenti. Jalur alternatif seperti “shadow fleet” memungkinkan minyak Iran tetap mengalir ke pasar global, terutama ke Tiongkok, dalam skala signifikan. Fenomena ini menunjukkan bahwa sanksi tidak lagi mampu sepenuhnya mengisolasi negara target seperti sebelumnya. Celah dalam sistem global, baik melalui jaringan perdagangan alternatif, sistem pembayaran non-dolar, maupun aliansi baru, membuat tekanan ekonomi menjadi lebih mudah dihindari. Di titik inilah perubahan mulai terlihat jelas.

Jika sebelumnya Amerika Serikat mampu memaksa kepatuhan global melalui dominasi dolar dan sistem keuangan internasional, kini muncul realitas baru: semakin banyak negara yang tidak lagi sepenuhnya tunduk pada tekanan tersebut. Secara halus, dinamika ini mengirim pesan bahwa status Amerika sebagai satu-satunya pusat kekuatan ekonomi global mulai menghadapi tantangan serius. Bukan berarti kekuatan Washington hilang, tetapi kemampuannya untuk mengendalikan perilaku negara lain melalui sanksi kini tidak lagi absolut. Dunia, perlahan namun pasti, bergerak menuju sistem yang lebih terfragmentasi. Kekuatan ekonomi tidak lagi terpusat, dan tekanan sepihak semakin sulit dipaksakan.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Trump Sinyalkan Keputusan Baru soal Iran, Teheran Siapkan Balasan Lebih Luas
Internasional

Trump Sinyalkan Keputusan Baru soal Iran, Teheran Siapkan Balasan Lebih Luas

4 Oktober 2026 - 20:55
Trump Bantah Kabar Tawaran Keringanan Sanksi untuk Iran di Tengah Negosiasi Nuklir
Internasional

Trump Bantah Kabar Tawaran Keringanan Sanksi untuk Iran di Tengah Negosiasi Nuklir

30 September 2026 - 10:47
Iran Kembali Tolak Jalur Negosiasi dengan AS di Tengah Sanksi dan Serangan
Internasional

Iran Kembali Tolak Jalur Negosiasi dengan AS di Tengah Sanksi dan Serangan

30 September 2026 - 09:17
Trump Menolak Usulan Iran untuk Buka Selat Hormuz dan Mulai Negosiasi Nuklir
Internasional

Trump Menolak Usulan Iran untuk Buka Selat Hormuz dan Mulai Negosiasi Nuklir

30 September 2026 - 03:17
PM Lebanon Desak Mekanisme Tiga Pihak untuk Dorong Penarikan Israel
Internasional

PM Lebanon Desak Mekanisme Tiga Pihak untuk Dorong Penarikan Israel

30 September 2026 - 01:18
Patung Raja Ali Haji Berdiri di Taman Budaya Turkmenistan Sejajar Shakespeare dan Goethe
Internasional

Patung Raja Ali Haji Berdiri di Taman Budaya Turkmenistan Sejajar Shakespeare dan Goethe

4 Juni 2026 - 14:51
Next Post
Cegah Macet dan Kecelakaan, Polwan Polresta Barelang Bantu Penyeberangan Siswa SDN 001 Sungai Panas

Cegah Macet dan Kecelakaan, Polwan Polresta Barelang Bantu Penyeberangan Siswa SDN 001 Sungai Panas

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com