klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home kesehatan

Hari Bidan Dunia 2026, IBI Fokus pada Keseimbangan dan Penguatan Peran Bidan di Indonesia

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 11:41
Reading Time: 2 mins read
0
Hari Bidan Dunia 2026, IBI Fokus pada Keseimbangan dan Penguatan Peran Bidan di Indonesia



JAKARTA – Peringatan Hari Bidan Internasional 2026 dimanfaatkan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk menegaskan peran penting bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Umum IBI, Dr. Ade Jubaedah menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memiliki hampir 600.000 bidan yang tersebar di berbagai daerah. Sebagian besar, sekitar 70 persen dari jumlah tersebut, bekerja di layanan kesehatan primer dan komunitas.

“Mayoritas bidan berada di garis depan pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, polindes, klinik, hingga praktik mandiri,” ujar Ade dalam keterangan tertulisnya saat memperingati Hari Bidan Internasional 2026.

Menurut dia, tugas bidan tidak hanya terbatas pada pendampingan ibu saat proses persalinan. Mereka juga berperan sejak masa sebelum kehamilan, selama kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pemantauan tumbuh kembang anak usia prasekolah.

Selain itu, bidan sering kali hadir dalam situasi darurat, termasuk penanganan kesehatan di wilayah yang terdampak bencana serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Pada peringatan tahun ini, Hari Bidan Internasional mengusung tema global “One Million More Midwives”. Tema ini menyoroti kebutuhan peningkatan jumlah dan pemerataan tenaga bidan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ade menilai bahwa pemerataan distribusi bidan masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Karena itu, IBI mendorong penguatan kebijakan untuk memastikan akses layanan kebidanan yang setara bagi seluruh masyarakat.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Keberadaan bidan yang merata sangat penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga,” kata dia.

Selain pemerataan, IBI juga menaruh perhatian pada peningkatan kompetensi bidan melalui pendidikan berkelanjutan, perlindungan hukum profesi, kepastian jenjang karier, dan kesejahteraan tenaga kebidanan.

IBI menilai penguatan profesi bidan perlu didukung kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, kementerian, organisasi profesi, hingga masyarakat.

Menurut Ade, kualitas layanan kebidanan yang baik menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi sehat menuju target Indonesia Emas 2045.

“Bidan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan semua pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak,” ujar Ade.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

7 Tanda Kucing Menua: Panduan Pemilik Kucing
kesehatan

7 Tanda Kucing Menua: Panduan Pemilik Kucing

2 Juni 2026 - 23:07
Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih: 8 Tanda Peringatan
kesehatan

Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih: 8 Tanda Peringatan

2 Juni 2026 - 22:27
Botol PP vs. PPSU: Mana Terbaik untuk Si Kecil?
kesehatan

Botol PP vs. PPSU: Mana Terbaik untuk Si Kecil?

2 Juni 2026 - 17:45
10 Tipe Kakek-Nenek Toxic: Ancaman Psikologis bagi Tumbuh Kembang Cucu
kesehatan

10 Tipe Kakek-Nenek Toxic: Ancaman Psikologis bagi Tumbuh Kembang Cucu

2 Juni 2026 - 06:54
11 Tanda Langka Kecerdasan Trauma Menurut Psikologi
kesehatan

11 Tanda Langka Kecerdasan Trauma Menurut Psikologi

2 Juni 2026 - 06:34
Muda Sering Jeroan? Waspada Hipertensi Serang Usia Produktif
kesehatan

Muda Sering Jeroan? Waspada Hipertensi Serang Usia Produktif

2 Juni 2026 - 01:38
Next Post
Wagub Nyanyang: Ibu Jadi Kunci Sukses Anak, Kepri Peringkat 3 IPM Nasional

Wagub Nyanyang: Ibu Jadi Kunci Sukses Anak, Kepri Peringkat 3 IPM Nasional

Polda NTT Ungkap 27 Kasus BBM Subsidi Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp10,16 Miliar

Polda NTT Ungkap 27 Kasus BBM Subsidi Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp10,16 Miliar

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com