Perubahan Rute Kirab Budaya Hari Tatar Sunda di Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan perubahan rute dalam acara Kirab Budaya Perayaan Hari Tatar Sunda yang akan digelar di Kabupaten Karawang. Titik awal prosesi kirab yang semula direncanakan di Masjid Agung Syekh Quro, kini dialihkan ke Universitas Horizon menuju Kantor Pemda Karawang. Perubahan ini dilakukan dengan pertimbangan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Alasan Pemindahan Rute
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa pemindahan titik start tersebut didasari oleh adanya risiko dari melewati perlintasan kereta api di Jalan Tuparev. Jalur tersebut memiliki frekuensi perjalanan kereta yang sangat tinggi, sehingga dapat menimbulkan bahaya bagi peserta dan masyarakat sekitar.
“Kami memindahkan titik start ke Universitas Horizon untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama karena frekuensi kereta yang tinggi di jalur awal dan untuk meminimalkan kemacetan,” ujar Purwanto usai rapat persiapan di Kantor Pemda Karawang, Rabu (6/5/2026) malam.
Kritik dari Budayawan
Perubahan rute ini mendapat kritik tajam dari budayawan Karawang, Nace Permana. Ia menilai keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam menentukan rute tersebut tidak memiliki landasan sejarah yang kuat. Menurut Nace, Masjid Agung Syekh Quro merupakan situs sakral yang menjadi jejak sejarah pertemuan Prabu Siliwangi dengan Ibu Subang Larang pada abad ke-14.
“Lokasi rute di Horizon itu tidak memiliki catatan sejarah awal permulaan keberadaan Eyang Prabu. Nilai-nilai pemaknaan sejarahnya kurang mengena. Sangat-sangat disayangkan rute tidak dimulai dari Masjid Agung,” tegas Nace.
Nace menambahkan bahwa napak tilas Mahkota Binokasih seharusnya mengagungkan nilai sejarah yang nyata, bukan sekadar mengejar kemeriahan seremonial semata.
Prosesi Napak Tilas Mahkota Pajajaran
Meski menuai pro-kontra, Pemprov Jabar memastikan persiapan acara bertajuk “Binokasih Mulang Salaka” ini telah matang. Kirab yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) malam pukul 18.30 WIB ini akan menampilkan Mahkota Binokasih di barisan terdepan menggunakan kereta kuda.
Iring-iringan tersebut akan diikuti oleh defile kesenian khas dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang dijadwalkan ikut menunggangi kuda dalam arak-arakan tersebut.
Acara juga akan dimeriahkan dengan pembacaan sajak oleh budayawan Ayi Kurnia dan Godi Suwarna, serta ditutup dengan penampilan musik dari Emka 9 di titik akhir Kantor Bupati Karawang.
Purwanto menekankan bahwa kirab ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Mahkota Binokasih melintasi Jawa Barat sebelum berakhir di Kota Bandung. “Semangat kegiatan ini adalah menjadikan nilai sejarah sebagai fondasi pembangunan masa depan,” pungkasnya.










Discussion about this post