Kondisi Korban Longsor yang Tertimbun Selama 4 Jam
Seorang Linmas korban longsor, Abah Bidong (60) dari Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor sempat tertimbun selama sekitar 4 jam sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pencarian terhadap korban berlangsung cukup lama dan menghadapi tantangan cuaca buruk yang menyertai hujan dan petir.
Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan serta warga setempat yang secara aktif turut berpartisipasi. Namun, proses pencarian ini memakan waktu cukup lama karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Menurut Sarnata alias Cue (50), rekan korban sesama Linmas, hujan dan petir terus mengguyur lokasi sepanjang proses pencarian.
Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB ketika longsoran terjadi. Isak tangis orang-orang dekat korban terdengar sepanjang proses pencarian. Suasana semakin tegang karena hujan dan petir yang terus melanda wilayah tersebut.
“Hujan petir terus, pas pencarian hujan petir terus,” kata Cue kepada sumber yang tidak disebutkan namanya, Rabu (6/5/2026). Pencarian korban berlangsung hingga sore hari dan akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 17.25 WIB.
“Pencariannya dari jam satu sampai jam lima lebih, baru ketemu,” ujarnya. Saat korban ditemukan, hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut. Baru pada pukul 20.00 WIB hujan reda.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Cue mengaku tidak sanggup melihat korban dalam keadaan tak bernyawa saat dievakuasi. Ia merasa sangat terpukul dengan kematian Abah Bidong, yang selama ini bekerja sama di lingkungan Desa Petir.
Bahkan menurut Cue, korban sudah dianggap seperti keluarga sendiri. “Saya enggak lihat, saya enggak tega saya lihatnya itu. Sampai gitu juga saya di bawah juga menangis saya. Kan itu teman saya, yang udah dianggap orang tua saya sendiri,” ujarnya.
Menurut informasi, Abah Bidong sedang membersihkan bambu yang ambruk akibat longsoran dan menutupi sungai saat kejadian. Ia ditemani oleh Sarnata sesama Linmas dan Pak Ukan, warga sekitar. Mereka bertiga sedang membersihkan bambu-bambu yang melintang ke sungai agar tidak menyebabkan banjir.
Sungai di bawah tebing setinggi sekitar 30 meter pernah tertutup longsor sebelumnya, yang menyebabkan banjir yang merendam pemukiman. Namun, nahasnya, longsor susulan yang cukup besar terjadi dan menimbun Abah Bidong.
Sementara Sarnata dan Ukan berhasil selamat karena tidak terlalu dekat dengan area tebing yang longsor saat kejadian.
Di lokasi longsor, Rabu (6/5/2026), masih belum ada tindakan penanganan lebih lanjut mengingat potensi hujan yang masih mengancam wilayah Bogor. Namun, aliran sungai telah kembali lancar dan tidak tertutup material longsor. Di sekitar tebing longsor juga telah dipasangi garis polisi untuk mencegah akses yang tidak diperlukan.










Discussion about this post